SLIDER

SUNDAY FUNDAY


Karena biasanya hari Sabtu kami keluar rumah untuk grocery shopping, makan siang bersama, ataupun mendatangi acara, sehingga hari Minggu kami lebih sering bersantai di rumah. Tradisi olahraga pagi bersama keluarga juga menjadi rutinitas kami di hari Minggu. Biasanya kami berenang, tapi karena sedang pilek semua jadi kami beralih ke jemur pagi dan bermain di lapangan tenis. Dio biasanya membawa bola, sambil lari-larian, dan suami saya crossfit seperti biasa. Saya biasanya mengitari lapangan tennis saja jogging tapi karena sekarang sudah 38 minggu, saya hanya jalan kaki keliling lapangan dan squats. Sudah gak sabar banget ingin ketemu baby, dan disarankan oleh Irna untuk squats 15 menit setiap hari dan jalan sebanyak mungkin. Namun tadi baru squats 30x sudah lelah, jadi berhenti dulu deh (tetap berharap malam ini kontraksi..haha). ini merupakan artikel pendek, dan foto gallery dari kegiatan yang sering kami lakukan di hari Minggu. Ada yang mau sharing, quality time favorit bersama keluarga setiap weekend?
"If you want your children to turn out well, spend twice as much time with them and half as much money." Abigail Van Buren

FUN WAY TO PLAY WITH TOY CAR!


Kehamilan saya memasuki week ke 38, dan karena bayi dalam perut memiliki jenis kelamin yang sama dengan anak pertama saya yaitu laki-laki, gak terlalu banyak barang yang perlu saya beli. Come to think of it, sampai kemarin saya belum beli apa-apa sama sekali, hanya beli popok saja. Saya rasa itu menjadi alasan kenapa si bayi gak mau keluar-keluar..haha. Akhirnya hari Sabtu kemarin saya khususkan ke Mothercare & ELC untuk membeli barang-barang bayi. Selain membelikan baju, dan topi, gak lupa juga membelikan beberapa mainan bayi soft toys untuk newborn, karena saat lihat-lihat rumah sudah dipenuhi sama mainan Dio yang komponen-nya kecil-kecil sekali. Bahaya sekali untuk bayi. Saat sedang lihat-lihat di ELC, Dio melihat koleksi Whizz World Lights & Sound, merupakan koleksi berbagai macam mobil-mobilan, ada yang truck, excavator, ada yang memiliki garasi atau parking space. Mobilnya bewarna-warni menggemasakan dan bisa nyala lampu serta ada suaranya. Sebenarnya mainan ini diperuntukan untuk 12 bulan-36bulan, jadi sudah melewati usia Dio. Namun katanya Dio mau belikan untuk baby, jadi ya karena memang sedang shopping spree untuk baby jadi dibelilah. 

Dari semua yang ada, Dio memilih Light & Sound Digger. Seperti yang sudah saya expect, walaupun katanya untuk baby, dia  mau memainkan sesampainya di rumah. Gak apa-apa sih, nanti setelah dimainkan dimasukan lagi ke kardus lalu bisa disimpan lagi. Kalau untuk target marketnya yaitu usia 12-36 bulan mobilan ini seru dimainkan bersama teman ataupun sendiri, bisa untuk imaginative play, stimulasi sensori anak dengan lampu dan suara, menguatkan otot halus di tangan anak serta hand-eye coordination. 


Namun untuk seusia Dio tentunya perlu tantangan lebih. Karena namanya Digger kayanya gak lengkap kalau gak pakai tanah. Saya buat tanah sendiri aka cloud dough yang tebuat dari tepung maizena, pewarna makanan coklat, dan air diaduk sampai konsistensinya sesuai yang diinginkan. Kalau punya kinetic sand juga bisa pakai, tapi kebetulan kinetic sand di rumah sedang habis jadi kami gak pakai itu deh. Dio bermain sampai 2 jam-an lebih memindahkan "tanah" nya dari bawah ke kotak dan pretend play sendiri menjadi construction worker. So much fun!

WHAT'S IN MY HOSPITAL BAG


Gak kerasa tiba-tiba udah 38 minggu saja! Anak pertamaku Dio lahir di 38 minggu. Sebenarnya feeling-nya yang ke-2 ini lahir di 38 minggu juga dalam minggu-minggu ini, tapi kita lihat saja ya karena sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Nah, walaupun RS dekat sekali dari rumah, cuman kalau sudah mulai kontraksi atau tiba-tiba ketuban pecah, pasti ada panik-paniknya dan gak sempat menyiapkan barang-barang, jadi aku mulai siapkan hospital bag dari sekarang-sekarang ini. Aku akan disclaimer kalau gak semua hospital bag isinya akan sama, aku mungkin akan yang termasuk rempong isinya agak banyak, jadi list ini bisa dijadikan acuan tapi gak semua harus kamu bawa kok. Yang nyaman untuk masing-masing saja ya. Disini juga aku buat list untuk yang berencana lahiran normal jadi memang agak banyak pre dan self care-nya, untuk yang lahiran c-section tentu akan memiliki list yang berbeda ya. 

Dengan segala kerempongan ini, aku pikir harus pakai 2 tas, supaya muat. Tapi ternyata pakai 1 tas saja dari Mamasam sudah muat semua saking besarnya. Enaknya tas ini banyak sekali kantongnya dan bisa jadi backpack juga. Sehingga walaupun berat, saat dibawa nyaman. Dibawah ini barang-barangnya akan kusebutkan beserta merek-nya dan aku kasih link ya ke tempat belinya, bukan karena sponsored, melainkan untuk memudahkan saja kalau kebetulan mama juga sedang mencari barang-barang tersebut.

SAAT PROSES KONTRAKSI & PERSALINAN
Pakaian biasanya pasti menggunakan kimono dari RS jadi tidak perlu bawa apa-apa. Apabila ingin proses kontraksi yang menenangkan dan menyenangkan, baiknya menyediakan playlist lagu favorit, meredupkan lampu, memasang diffuser dengan aromatherapy favorit, serta melakukan gerakan diatas gym ball atau pijatan bersama suami tercinta. Untuk ini yang saya bawa adalah:
  • Suami dan barang-barang untuk menginap miliknya
  • Birth plan yang sudah diisi lengkap (nanti aku coba buat post terpisah ya tentang birth plan ini)
  • Playlist lagu favorit di handphone
  • Lavender Beauty Oil Wangsa Jelita dan Lavender Aromatherapy Roller Ball Organic Supply Co (malas bawa diffuser & essential oil kayanya. Tapi kalau gak malas, aku akan bawa diffuser dan lavender oil dari Young Living dari @oiltheraphy)
  • Gym ball merek Kettler
  • Camera fuji XM-1 (untuk rekam dan foto-foto, kalau sempat)

OTHERS
  • Charger camera & handphone

SETELAH MELAHIRKAN 
SELF CARE
  • Basic toiletaries (sikat gigi, odol, sabun, shampo, deodorant, Almond Oil Wangsa Jelita, Rosehip Oil dari Organic Supply Co)
  • Dry shampoo Oscar Blandi dari Sephora atau Batiste dari Mothercare (jujur ini penting, karena males banget keramas di RS)
  • Make up  (foundation, eyeshadow, eyeliner, lipstick, lipgloss,)
  • Disposable underwear beli di supermarket (Pakai celana dalam biasa sebenarnya gak apa-apa yang nyaman, tapi pengalaman yang dulu, darahnya itu lumayan banyak sehingga terkadang suka bocor, enaknya kalau pakai disposable tinggal buang saja)
  • Maternity Pad merek Mothercare (kalau gak sempet beli, RS pasti sediakan)
  • 2 Kimono atau piyama daster dengan kancing depan Ciel Sleepwear (Sebenarnya di RS pasti dikasih kimono untuk dipakai, tapi karena pas dilihat kok di foto kurang menarik, jadi yang sekarang mau bawa sendiri saja. Namun kalau gak bawa juga gak masalah karena semua RS pasti menyiapkan)
  • Kaus kaki
  • Long Seamless Boned Corset dari Moomimom (Tapi masih mikir ingin beli Belly Bandit Bamboo Post Pregnancy juga.. Worth it gak ya? Kehamilan pertama aku gak pake sama sekali, karena gerah dan capek banget begadang dan nyusuin. Sampai kena omel mama terus, perutnya gak bagus bentuknya. Walaupun setelah 3-6 bulan mengecil juga. Cuman kata teman-teman sih pakai stagen atau gurita mempercepat proses pemulihan, jadi lagi ingin coba lebih rajin untuk lahiran kali ini.

BREASTFEEDING 
  • Breastfeeding bra Moomimom (paling affordable, tapi jujur aku belum pernah coba, karena baru order. Akan ku review nanti ya kalau sudah dipake)
  • Breastpad Pigeon
  • Pompa asiMedela bekas Dio dulu, tapi masih kepikiran untuk beli Avent yang manual karena banyak yang rekomen
  • Botol atau kantong BPA free untuk menyimpan ASIP
  • Sabun cuci barang bayi Sleek
  • Nursing cover 
  • Nipple cream Mothercare

FOR BABY

UNTUK PULANG
FOR MOM
  • Baju nyaman yang breastfeeding friendly Matroishka

FOR BABY


Kira-kira sepertinya barang-barang tersebut yang sudah di packing separuh dan akan aku bawa ke RS. Ada yang kurang gak ya?

LOOKING FOR CREATIVE ASSISTANT & CS FOR AN EXCITING NEW PROJECT!


Diawal tahun saya sempat mention kalau akan ada banyak project yang dilahirkan di tahun ini. Salah satunya adalah Mindtastic! Mindtastic ini apa saya juga belum bisa ceritakan lebih banyak. Intinya ini merupakan partnership dari saya Nesya, seorang parenting blogger, dan ibu yang passionate dengan education dan dunia anak serta mbak Muti adalah seorang Art Therapist dengan background early childhood dan product design untuk menciptakan produk yang semoga bisa bermanfaat untuk anak-anak Indonesia. Dengan bantuan dari Nisa (Creative Manager PM) juga sebagai Graphic Designer di Mindtastic. Tentang project ini belum banyak saya bisa ceritakan disini, karena masih panjang perjalanannya. Namun akan dijelaskan lebih lanjut di proses interview nantinya.

Sedikit tentang lingkup kerjanya: 
  • Passionate terhadap dunia anak dan edukasi would be a plus
  • Kerja dari rumah, tapi diharapkan available untuk meeting via wa/telf di working hours yang sudah disetujui, dan meeting bertemu di daerah Jakarta Selatan 1x/minggu or less.
  • Proses penerimaannya : 
a) Kirim CV via email (Ditutup tanggal 1 Maret 2017)
b) Lolos ataupun tidak akan mendapatkan email konfirmasi selambatnya tanggal 3 Maret 2017 dan dijadwalkan untuk interview via telf/skype
c) Interview via telfon / skype
c) Diterima atau tidak akan dikabarkan via email (tbc)
d) Mulai kerja, masa probation selama 1 bulan
e) Lanjut menjadi permanent atau tidak (tbc)
  • Mulai kerja akhir Maret / awal April 2017
  • Gaji awal memang tidak besar, karena ini merupakan start up & casual working hours. Tapi kami mencari orang yang ingin berkembang dan belajar bersama menjadi bagian team yang creative and passionate about kids education. Kalau kamu seorang ibu rumah tangga, pekerjaan ini bisa menjadi jawabanmu untuk tetap aktif, namun tetap dapat meluangkan banyak waktu dengan si kecil. Kami memperbolehkan membawa anak saat bekerja ataupun meeting

LOOKING FOR CREATIVE ASSISTANT
To start end of March/Early April 2017

Requirements:
-Able to communicate well with our graphic designer & illustrator
-Social media user
-Able to create social media strategy
-Competent in using Adobe Illustrator & Adobe Photoshop
-Good photography skill 
-Committed & punctual
-Open to suggestion
-Accuracy and attention to detail when finalising designs
-Being open to suggestion & feedback

Job desc:
-Taking product photos
-Design social media post & website banner
-Helping graphic designer layout the product design & packaging (if needed)
-Handling product printing (if needed)


Send your CV, sample portfolio/link to your previous work, & social media account to mindtastic.id@gmail.com cc danesyajuzar@gmail.com with subject: Creative Assistant - (your name)

LOOKING FOR CUSTOMER SERVICE & FINANCE
To start Early/Mid April 2017

Requirements:
-Competent in using Office applications such as MS Word, Powerpoint, especially Excel.
-Good with numbers & able to make neat financial report & data entry
-Excellent communication skills (both written and verbal)
-Sociable, outgoing, and friendly character
-Committed & punctual
-Well organized and systematic work ethics

Job desc:
-Handling customer service via whatsapp / LINE
-Creating data entry, & financial report
-Handling product delivery 3x/week

Send your CV, & social media account to mindtastic.id@gmail.com cc danesyajuzar@gmail.com with subject: CS & Finance - (your name)

Di body email-nya harap jelaskan kenapa kamu tertarik apply untuk posisi ini. Aplikasi via email akan ditutup tanggal 1 Maret 2017 dan kamu akan mendapatkan balasan via email paling lambat sore hari tanggal 3 Maret 2017 (kecuali tiba-tiba saya lahiran berarti akan mundur sedikit ya deadline-nya, cek insta @productivemamas ya untuk lihat saya udah lahiran atau belum.. Jadi kalau tiba-tiba ada keterlambatan mau mohon maaf dari sekarang hehe). Terima kasih atas pengertiannya. 

MATROISHKA x PRODUCTIVE MAMAS NURSING & MATERNITY COLLECTION


Sekitar akhir tahun lalu, saat saya menghadiri Matroishka Anniversary saya menunggu Uber cukup lama sehingga tinggal sendirian di acara tersebut, dan sempat berbincang-bincang dengan Prisya (founder dari Matroishka) untuk kolaborasi membuat maternity & nursingwear versi saya. Senangnya, di awal February ini kolaborasi bisa tercapai dan antusiasme dari para mama juga luar biasa.

Untuk yang belum tau, sebelum menjalankan blog Productive Mamas, saya sendiri sempat hampir 2 tahun berjualan baju. Saya selalu senang dengan fashion, tapi ternyata kalau menjalankan di belakang layar itu beda sekali dengan sekedar membeli memilih-milih model yang ingin kita pakai. Sesuka-sukanya saya dengan fashion, ternyata passion saya memang bukan disitu. Memiliki clothing line harus memiliki pengetahuan terhadap fabric, pola, dan kreativitas dalam terus mengkreasikan ide-ide untuk membuat koleksi terbaru. Nampaknya kesukaan saya pada fashion hanya sekedar menjadi penikmat dan pemakai bajunya, namun kalau harus constantly berpikir akan model terbaru, membaca demand pasar dan menyatukannya dengan selera kita secara terus menerus, hati saya gak ada disitu. Belum dari sisi marketing yang juga sangat kompetitif, karena makin banyaknya online shop yang bermunculan, marketing strategy yang dimiliki haruslah unik dan konsisten. Salut untuk Prisya dan semua orang yang punya clothing line yang aktif, karena itu membutuhkan konsistensi dan kerja keras!

Senang sekali diajak kolaborasi dengan Matroishka, karena memang dari sebelum hamil saya sudah follow dan suka sekali dengan semua model bajunya yang menurut saya sih "saya banget". Modelnya gak "keibu-ibuan" (menolak tua haha) dan bisa dipakai terus walaupun sudah gak hamil atau menyusui sekalipun. Saya ingat dulu sekitar 4 tahun yang lalu, saat saya hamil Dio, suliiiiiit sekali mencari baju maternity yang nyaman dan modelnya up to date seperti Matroishka. Kalaupun ada di mall-mall selain mahal, harganya bisa 3x lipat dari baju di Matroishka, modelnya juga kurang menurut saya pribadi. Begitupun di ITC ataupun Ambassador memang ada lebih banyak pilihan baju maternity/menyusui dengan harga terjangkau, namun ya itu dia modelnya saya kurang suka. Dulu sempat terbesit ide ingin membuat juga baju maternity dan menyusui yang nyaman dan up to date, tapi mengingat passion saya gak disitu, saya urungkan niat tersebut. Sudah bisa membuat 1 koleksi ini saja senang sekali. Warna-warnanya juga saya banget, abu-abu, biru tua, hitam, dan dusty pink. Kalau buka lemari saya ya isinya warna-warna ini saja plus putih hahah. Untuk modelnya kami ber-2 brainstorming bersama-sama, dan dalam waktu yang cukup singkat untungnya selera kami sama, sehingga gak banyak revisi ataupun pertemuan yang terlalu sering juga sudah langsung bisa cari titik tengahnya. Kalau saya sendiri ingin membuat model baju yang bisa dipakai sehari-hari mulai dari mengantar anak sekolah, maupun meeting, serta datang ke event sekalipun, makanya relatif koleksi ini modelnya cukup rapi. 

Berikut baju-bajunya, tersedia di 4 varian warna tersebut. Senangnya dalam seminggu beberapa koleksi sudah sold out dan di restock terutama long sleeve dengan lengan bell (Dyna Top). Masih akan ada bawahan dan varian warna untuk dress-nya, ditunggu ya! Untuk yang ingin lihat dan beli bisa langsung cek matroishka.com atau Matroishka catalog di Instagram. 



Nah dalam rangka kolaborasi ini, kami membuat video #ceritaibuproduktif di You Tube untuk menginspirasi dan saling mensupport dalam motherhood saja. mengurus anak. Yuk tonton dan dengar kisah dari Anggia Kharisma, Arninta Puspitasari, & Stella Sutjiadi. Mereka merepresentasikan para ibu dengan background yang berbeda, intinya memilih menjadi Stay at Home Mom, Mompreneur, ataupun menjadi karyawan dan kerja kantoran itu bisa tetap produktif dalam berkarya maupun 


Kalau cerita saya sendiri sebenarnya pernah saya ceritakan disini, tapi saya coba ulang sedikit ya. Intinya dulu saya menikah cukup muda, dan tidak mempunyai banyak teman ibu-ibu, sayapun belum pernah kerja kantoran, hanya sekedar internship saja 3 bulan. Selama 1-2 tahun kehidupan Dio saya full di rumah dan mengurus Dio. Saat usia 1 tahun sih saya memang sempat mulai berjualan baju, tapi ya itu on-off tergantung mood. Saya sebenarnya cukup beruntung gak pernah merasakan yang namanya baby blues ataupun postpartum depression karena sangat enjoy dengan menjadi seorang ibu dan support system saya sangat baik. Namun suatu saat di akhir tahun 2014 sempatlah banyak kejadian yang membuat saya upset (bisa dibaca di artikel  ini). Sebenarnya gak berhubungan dengan anak, tapi saya perlu sesuatu untuk membangkitkan semangat saya lagi. Dari banyaknya buku yang saya baca, dan diajarkan oleh orang tua saya juga kalau kita sedang diberi cobaan, biasanya ada hal yang jauh lebih baik yang menunggu setelahnya. Jadi memilih untuk upset terus atau bangkit mencari solusi. 

Pada saat itu, dari baca buku dan kisah-kisah berbagai orang yang menginspirasi, satu yang selalu dipesankan oleh mereka dalam memulai sesuatu adalah PASSION, PUT YOUR HEART INTO IT. Jangan melakukan sesuatu karena orang lain, karena ingin dipuji, karena semata-mata uang, ataupun karena ya ngisi-ngisi waktu aja. Berdasarkan pengalaman itu betul banget, karena lambat laun kalau gak pakai hati pasti sulit sekali untuk konsisten dan maju. Kalau ketemu rintangan pasti kita akan memilih untuk berhenti. 

Dari kecil aku selalu merasa gak punya skill apa-apa. Sekolah-pun jujur aku gak pernah suka, gak suka baca buku, dan gak suka belajar. Tapi itu semua berubah ketika ketemu sama suami aku. Lebih berubah lagi sejak menjadi ibu. Menjadi ibu membuatku menjadi lebih baik dalam segala hal. Untuk anakku, aku selalu ingin yang terbaik, aku ingin dia melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat makanya dulu aku sering membuatkan DIY dan mengikuti kelas bermacam-macam. Kami juga suka mengunjungi tempat-tempat wisata keluarga yang menyenangkan untuk anak. Akupun sangat selective dalam memilih film, mainan, dan buku untuknya. Kelihatan sekali Dio jauh berbeda dengan aku dulu, karena dia suka sekali membca buku, mempelajari hal baru, dan anaknya ingin tahuan, serta mudah mengingat. Dari situ aku menyadari kalau passion aku memang di dunia anak. Menjadi ibu dan aktivitas-aktivitas anak yang bermanfaat itu merupakan sumber kebahagiaan bagiku. 

Karena aku sering sekali research dan mengikuti berbagai macam aktivitas anak, sayang sekali kalau gak di share. Media tempat aku share ya di blog ini dan Instagram. Gak nyangka dari situ bisa berkembang menjadi macam-macam aktivitas, mulai dari bekolaborasi dengan berbagai brand yang aku support, bisa saling bertemu dengan teman baru dan para ibu yang menginspirasi, bisa membuat event juga seputar ibu dan anak, dan informasi yang kutulis bisa membawa manfaat untuk orang lain. Semua itu juga bisa kulakukan dengan tetap beraktivitas dengan anakku pula! Sangatlah menyenangkan. 












Aku ingin mama juga sharing ya di Instagram mengenai #ceritaibuproduktif versi mama. Jangan lupa hashtag satu lagi #matroishkaxproductivemamas! Would love to hear your stories :)

(Photos credit: @endarivan_pictures & location: @lokaldeli)
·
OLDER
© Productive Mamas Blog