SLIDER

TIPS SUKSES POTTY TRAINING

  • 14 January 2018


Hari Jumat kemarin aku diminta Irna untuk sharing seputar Potty Training di Line Square Mamashares karena dulu Dio lepas popok pas di usia 2 tahun. Target aku sebelum masuk sekolah pokoknya. Sejujurnya tipsnya HANYA SATU, jadi kalau satu tips ini dijalankan dengan baik sih sudah pasti berhasil potty training-nya (berdasarkan pengalaman saya dan ibu-ibu lain). Tips-tips yang lain supporting saja, tapi memang harus dijalankan juga. Sebelum masuk ke berbagai macam tips, saya mau cerita sedikit tentang pengalaman potty training Dio. 

Aku mulai potty training saat Dio usia 1.5 tahun, waktu itu sekalian karena Dio habis disunat trus gak boleh pake popok. Jadi mau gak mau harus diajarin untuk bolak balik ke toilet. Namun ternyata ini salah satu perjalanan terpanjang dan termenyebalkan selama menjadi ibu (waktu itu ya baru jadi ibu selama 1.5 tahun hahaha). Jadi Dio itu dari bayi anaknya super manis. Mulai dari gampang tidur dimana saja, termasuk mudah menyusui walaupun ASI aku pas-pas aja, gampang makan segala, super anteng dibawa kemana-mana, dan bisa dibilang gak pernah tantrum (ini semua dibawah usia 2 tahun ya, diatas itu sih beda lagi). Nah, jadi perjalanan potty training merupakan perjalanan terberat, terstress, terkesel, karena super lama. Selama 6 bulan aku on-off potty training.

Dulu aku asal-asalan ya, banyak pemaksaan, banyak marah, in the end menyesal aku. Kalau aku banyak research dari awal tentunya banyak drama yang bisa tereliminasi. Berikut tips berdasarakan pengalaman aku, dan teman-teman yang sudah berhasil potty train anaknya. Semua hampir mirip, jadi aku rangkum jadi satu disini. 

Sebelum mulai potty training, kita harus siapkan mental anak dulu dengan:

  • Bacakan cerita, lagu, dan video seputar potty training.
  • Briefing dulu beberapa hari sebelumnya, bahwa akan lepas popok dan memakai celana dalam. Bahwa akan pipis di toilet. Pokoknya briefing semua se detail mungkin, kalau bisa sih seminggu setiap hari sebelum mulai dibawa ke toilet.
  • Diberikan contoh oleh orang tua yang jenis kelaminnya sama dengan anak. Jadi kalau Dio diberi contoh sama Babanya.
Saat dimulai:
  • 1-2 jam sekali harus rajin bawa ketoilet atau pelajarin gerak gerik muka dan kakinya kalau lg mau pipis/pup. Ditanya juga "Sudah mau pipis belum?". Banyak anak yang walaupun kebelet pipis akan jawab enggak. Tapi apabila kita lihat gerak-geriknya sudah mencurigakan, langsung diajak bersama-sama ke kamar mandi.
  • JANGAN pake training pants, langsung celana dalem biasa. Agar kalau mengompol anak dapat merasakan basah dan gak nyaman. Untuk celana dalamnya, kalau bisa belikan karakter lucu yang anak suka. 
  • Langsung di toilet aja pake alas, instead of pispot. Ini personal banget sih, mungkin ada yang cocok dengan pispot, tapi kalau Dio kok ngiranya itu mainan ya jadi gak pernah mau pipis disitu. Kalau memang di toilet, kalau bisa dikasih pijakan ke toilet supaya anaknya bisa naik sendiri. 
  • Kalau sampai ngompol atau pup dicelana diajak untuk bersihkan sama-sama, terutama kalau sudah 2 tahun. Gak dimarahin tapi ya, cuman mengajarkan tanggung jawab dan sebab akibat.

And last but definitely not least alias yang TERPENTING adalah KONSISTEN ! Konsisten untuk tidak pake popok walaupun pergi ataupun tidur. Jadi semua tips diatas tidak akan berhasil kalau gak konsisten. Walaupun sudah briefing, sudah cerita, sudah ina itu, tapi kalau pas pergi atau tidur kita masih pakaikan popok anaknya bingung. Ini gimana sih, sebenernya pipis sama pup tuh di toilet apa di celana? 

Aku sama Dio dulu juga antara niat dan malas, makanya bisa sampai 6 bulan. Sering banget kalau tidur dipakein lagi, dan gak sabaran. Namun begitu sudah konsisten, dalam 5 hari saja anaknya langsung bisa! Teman-teman juga yang aku kasih tips ini, banyak sekali yang berhasil, dan rata-rata sekitar 5 hari, maximal 7 hari. Kalau malas anaknya ngompol in public ya plan aja seminggu gak kemana-mana dan full di rumah. 

Kira-kira itu tips potty training, in conclusion yang harus niat adalah IBUNYA. Jangan php-in anak dengan on-off kaya aku gitu. Mending jangan mulai dulu kalau ibunya masih malas-malasan, karena nanti anak malah ada trauma atau gimana. Kumpulkan niat ya buibu, dan tetap semangat! Semoga tipsnya membantu. 

BUBA&BUMP, CIRANJANG



Senang sekali Jakarta makin ramai dengan cafe dan tempat-tempat yang kids friendly. Loving Buba&Bump so much! Kalau saya punya uang banyak dan disuruh mikirin ide bisnis, this is the kinda place I would love to make! Super well though of. Jadi Buba&Bump ini merupakan gabungan dari cafe, playground, baby shop, dan activity space yang berada di Ciranjang. Salah satu ownernya merupakan seorang ibu yang ingin membuat tempat yang kids friendly, agar para ibu dapat berkumpul dengan teman-temannya dengan nyaman. Selain itu ia juga membuat kelas-kelas positif yang bermanfaat dari ibu yang masih hamil, sampai bayinya lahir.

Suka sekali bahwa area playground baby dan toddler dipisah! Karena saya juga selalu merasakan hal yang sama saat ingin ajak bayi bermain di playground umum, selalu takut keinjek sama anak-anak yang lebih besar. Gak ada tulisannya sih,  tapi obvious ya yang dekat pintu masuk ada alas mainnya dan bagian belakang ada perosotan untuk anak lebih besar. Jadi Danu main didepan dan Dio main dibelakang. Designnya gemas dan instagramable banget!

Kenapa saya bilang well thought of? Karena ruangan ini! Ruangan yang ada changing table slash nursing room slash tempat tidur! Ruangannya gak terlalu besar tapi LENGKAP BANGET. Ada 2 sofa, kasur kecil, sterilizer, despenser, dan kulkas untuk simpan ASIP! Terharu liat ini, karena kerasa banget bahwa membuat tempat ini pakai hati.

Cafe-nya juga suka sekali karena makanan sehat favorit aku. Ada salmon soba, balsamic beef rice, chicken cous cous, bahkan Ice cream-nya juga Nice cream alias terbuat dari buah-buahan. Maybe too healthy for some people. Tapi kitakan mustinya membiasakan makan sehat sedari dini, jadi kalau aku sih LOVE.

Selain tempat makan dan playground, ada juga toko barang bayi yang curated. Melihat dari pemilihan mainannya aja aku tau, banyak merek dan barang yang gak masuk Indonesia. Beberapa mainan kayu favorit seperti Melissa&Doug, dan Hape. Selain mainan, ada juga baju, dan berbagai macam keperluan bayi.

Terakhir dari multifunction room yang biasa dipake untuk prenatal and postnatal yoga, childbirth education class, & kids activities.

 
 
 
 

Overall sangat recomended untuk para ibu, mulai dari yang masih hamil maupun anaknya sudah lahir. Untuk yang mencari tempat ngumpul sama teman ibu-ibu buat arisan, nunggu anak sekolah, mau playdate, belanja keperluan bayi, cari kelas mulai dari birth education sampai kelas sensori!

BUBA & BUMP
Jl. Ciranjang No. 00
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta, 12180 - Indonesia.
OPENING HOURS
Mon-Fri 10AM-7PM
Sat-Sun 9AM-6PM

BOOK REVIEW: THE 7 HABITS OF HAPPY KIDS




Baru nyadar di blog ini hampir gak pernah nulis book review!!! Padahal buku dirumah buanyaaak banget, mulai dari parenting, buku aktivitas anak, buku bayi, toddler, sampai buku resep sekalipun. Sesekali suka aku share di Instagram tapi gak lengkap, lebih sering di share di Instastory padahal disitu juga gak ke save. Rencananya aku akan rajin menulis book review seminggu sekali (doain istiqomah, semoga gak omdo belaka). Supaya aku termotivasi juga untuk terus membaca dan berbagi. Soalnya kalau gak aku share, lama kelamaan ilmunya sayang dan terlupakan. Semoga bermanfaat ya! Untuk buku pertama ini BAGUS PAKE BANGET! Pokoknya yang punya anak segala usia, WAJIB PUNYA The 7 Habits of Happy Kids by Sean Covey ini karena ngajarin value positif lewat cerita bergambar. Suamiku beli di opetrolley.co.id. Untuk yang sering baca dan rajin ke toko buku pasti sudah familiar dengan buku 'The 7 Habits of Highly Effective People". Nah ini adalah versi anak-anaknya dengan ilustrasi menarik dan penyampaian yang mudah dicerna. 



Jadi 7 habits apa saja sih yang diajarkan dibuku ini?

1. Be Proactive ("Vital to teach kids to take responsibility of their own lives, their own fun or boredom, happiness or unhappiness")

Cerita pertama ini mengenai Sammy yang bosan sepanjang hari. Sudah keliling kesana kemari, ketemu teman-temannya juga tetap saja bosan. Ia gak mau ikutan main basket, melukis, maupun mengamati semut. Dia menyalahkan orang disekitarnya karena gak ada yang melakukan hal yang seru. Sampai akhirnya bertemu sama nenek temannya yang berkata, "Kenapa kamu menyalahkan orang disekitar atas kebosananmu? Kamukan yang bertanggung jawab dengan kesenangan kamu sendiri dan bukan orang lain. Kalau bosan ya kamu cari hal yang membuat kamu senang dong. Kamu senangnya ngapain?". Kebetulan Sammy memang suka mengutakngatik barang bekas. Akhirnya ia terdiam, dan memperhatikan sekitar, ternyata ada  radio lama yang bisa ia utak atik dan malah dapat menjadi manfaat karena ia jadikan hadiah untuk temannya yang sakit. 

Ini habit yang menurut aku sangat crucial sih dimiliki oleh anak jaman sekarang. Terutama di era modern kaya sekarang. Kebanyakan anak jadi kurang kreatif, dan gak memiliki habit untuk menghibur diri sendiri karena teknologi serba cepat serba instan, bosan dikit ganti, ganti, ganti! Sebisa mungkin aku sering sih ada me-time di rumah dimana harus kerja atau 'nyuekin' si kakak. Dia awalnya bosan, tapi lama kelamaan ia jalan-jalan aja keliling rumah, nyari botol lah, gantungan, kemarin stik eskrim trus bebikinan aja sendiri, atau role play yang menurut dia seru. Quality time dengan anakitu penting banget sih memang, tapi anak bisa main atau menghibur dirinya sendiri menurut aku juga sama pentingnya. What do you think?


2.Begin with the End in Mind ("Planning ahead in life always leads to good things, including being better positioned to help others")

Kali ini ceritanya mengenai Goob dan Jumper berjualan lemonade untuk menghasilkan uang karena mereka ingin dapat beli-beli dengan uang mereka sendiri. Saat sudah selesai berjualan, Jumper langsung gegabah berfoya-foya dengan belanja macam-macam benda yang kelihatannya murah namun cepat rusak, sedangkan Goob menabung dan memikirkan baik-baik uangnya mau diapakan. Saat akhirnya Jumper sudah kehabisan uang, Goob dapat meminjamkan uang kepada Jumper karena ia sudah menabung dengan baik. Cukup classic ya ceritanya, disini selain planning juga bagusnya mengajarkan anak untuk prioritas serta menabung ya.



3. Put First Thing First (Learn to prioritise and not procrastinate)

Plak! Berasa ditampar saat bacain bab ini. Bagusnya buku ini karena gak hanya ngena ke anaknya namun ke mamake juga..hahha. Karena saya orangnya emang agak suka nyeleneh dan procrastinate. Prioritasnya masih suka campur aduk. Dari frekuensi blog ini di update juga ketauankan? 

Kalau cerita di bab ini kayanya familiar sama kebanyakan kita saat masih sekolah ya. Keasikan main, lupa belajar, lalu nilainya jelek deh. Diajarkan untuk prioritas mana yang penting untuk dikerjakan duluan lalu bersenang-senang kemudian. Easier said than done. Tapi semoga kalau ditanamkan sedari kecil, habitnya terbentuk dengan baik ya. Karena suami saya orangnya sangat mementingkan prioritas dan kewajiban, gak pernah nunda-nunda kalau dimintain tolong ataupun mengerjakan pekerjaan kantor maupun rumah. Setelah ditelusuri ya memang habit dirumahnya seperti itu. Banyak melihat contoh dari Ayahnya yang melekat sampai sekarang. 


4. Think Win-Win ("Always think about others, as well as yourself")

Ini bukan contoh dari ceritanya, tapi contoh dari penulisnya yang pasti sering terjadi sama kita juga. Misalkan anak ingin memelihara binatang, seringkali akhirnya kita atau mbaknya yang berakhir memelihara. Anak hanya senang diawal aja. Nah disini ajarkan anak untuk membuat perjanjian yang ia sendiri yang mengusulkan, serta menguntungkan kedua belah pihak. 



Dengan begitu kedepannya setiap mau melakukan sesuatu ia terbiasa memikirkan sekitarnya, tidak hanya kesenangan sesaat ataupun kesenangan yang bisa merugikan orang lain. 

5. Seek First to Understand, Then to Be Understood ("You have to listen with your heart and your eyes, not just your ears")

FAVORIT! Ini pesannya sukaaaa banget! Karena jujur saya lagi-lagi tertampar. Sering banget kalau suami bicara saya iya-iya aja, ehh besoknya lupa. Menurut suami, "Kamu sih mikirin yang penting buat kamu sendiri aja, jadi gak dengerin orang lain". Padahal kalau saya gak merasa begitu. 

Tapi setelah baca cerita ini lumayan nyes juga. Karena memang dipikir-pikir, saya sering mendengarkan sambil mengerjakan hal lain, gak benar-benar melihat dan merasakan. 

Cerita yang bab ini bagus banget, tentang Jumper yang memaksa Goob main padahal Goob sedang sedih kehilangan jaring untuk menangkap kupu-kupu kesayangannya. Jumper saking ingin main dan terlalu fokus sama dirinya sendiri sampai gak menyadari kalau Goob sesedih itu, lalu ia tinggalkan begitu saja . Dijalan, ia bertemu dengan Allie yang masih bayi dan bicaranya masih cadel. Berkali-kali Allie bicara, Jumper gak mengerti sampai akhirnya Allie menangis deh. Tapi saat ada Lily, ia dapat memahami Allie. Jumper kebingungan, "Kok bisa-bisanya kamu ngerti bayi ngomong apa? Saya udah dengar berkali-kali tetap gak ngeh dia ngomong apa?". Allie berkata, "Kalau kamu benar-benar perhatikan mimik bibir, pergerakan tangan, dan gerak-geriknya pasti kamu juga tau. Karena kalau mendengarkan itu pakai hati dan mata juga, jangan hanya ucapannya saja".

Langsung sedih, karena suka cranky kalau si bayi atau kakak lagi nangis-nangis. Cuman mikir "Berisik banget nih anak-anak!", tapi gak memikirkan perasaan mereka sebagai anak-anak, gak memahami gerak-gerik mereka. Semoga bisa jadi pendengar yang lebih baik di kemudian hari untuk suami, anak-anak, dan semuanya. 


6. Synergize ("Valuing differences and then working together to create a better solution. Alone we can do so little and together we can do so much")

Ini ceritanya tentang main bola mendapatkan lawan yang jago banget. Pilihannya mau menyerah atau maju. Awalnya menyerah saja karena sudah gak mungkin menang. Namun akhirnya mereka menyadari, kalau setiap orang bermain menggunakan kelebihannya masing-masing dan mau bekerjasama satu sama lain, paling tidak mereka sudah berusaha yang terbaik. Tidak diduga-duga akhirnya bisa menang juga. 

7. Balance the mind, heart, body, and soul

Pokoknya buku ini emang sebuah tamparan untuk orang tuanya ya, tentu juga pembelajaran untuk anak. Disini Sophie diceritakan ketiduran di kelas karena kecapean begadang membaca buku semalaman. Sesampainya dirumah ia bukannya tidur malah membaca buku terus. Ada yang ajak main sepeda tidak mau, diajak mewarnai tidak mau, bermain musik juga tidak mau. Lalu ia kembali membaca sampai ketiduran, tapi bangun-bangun seluruh badannya rasanya kurang enak. Ibunya mengingatkan bahwa "Walaupun membaca itu hal yang baik, namun sesuatu yang berlebihan itu tidaklah pernah baik. Baca itu memang mengisi otak kita dengan pengetahuan, tapi jangan lupakan bahwa badan juga harus dipakai untuk bergerak. Hati perlu dipakai dengan cara  bertemu dan meluangkan waktu dengan teman serta keluarga. Jiwa kita perlu di recharge dengan melakukan aktifitas yang menenangkan jiwa raga. Hidup itu harus balance."

Membaca ini membuat saya sendiri berkaca. Pantas ya bulan-bulan lalu saat masih adjust jadi ibu dua anak, saya sempat merasa mumeeet setengah mati. Sakit, lalu badan rasanya gak enak, nulis blog atau sharing di Instagrampun malas setengah mati. Mostly karena pusing si kakak tantrum, si adek rewel banget, badan capek. Tapi bukannya istirahat malah terus menerus konsultasi, research dan mencari solusi. Kepikiran terus setiap hari gimana meredam emosi. Tapi benar-benar overthink yang jadinya gak produktif. Saya benar-benar gak memikirkan untuk merawat diri saya sendiri secara balance. Tapi untungnya saya diingatkan untuk mulai reconnect dengan suami sambil ngedate, jalan-jalan, ngobrol santai sama teman-teman, olahraga sedikit, baca-baca buku yang sudah lama terbengkalai, mencoba meditasi, dan ibadah walaupun belum rajin sepenuhnya. Walaupun belum bisa konsisten tapi saya merecharge mind, body, heart, and soul itu tadi. Rasanya memang jauh lebih tenang dan senang. Saya senang, anak-anak juga senang. Memang bener ya perkataan happy mom = happy family. Seringkali jawabannya ada di diri kita sendiri.


INTINYA SENANG SEKALI SAMA BUKU INI! Harus di caps lock karena sesuka itu! Menjadi pembelajaran beharga untuk anak-anak dan diri sendiri. Terutama nomor 3, 5, dan 7 karena merupakan area yang sangat amat harus saya improve. 


Setiap malam sebelum tidur kami baca satu cerita lalu dibahas setelah selesai. Karena ada parent's corner dan guideline untuk kita orang tua berupa list pertanyaan seputar cerita tadi. Lalu ada action plan yang bisa kita biasakan untuk dikerjakan sehari-hari. Saking bagusnya ingin rasanya bacain semuanya dalam satu malam, tapi jangan ya, takut overstimulated dan pesannya gak nyampe ke anaknya. Baiknya setiap malam baca satu saja lalu mulai perlahan diterapkan ke habit sehari-hari. Semoga bermanfaat!

·
OLDER
© Productive Mamas Blog