SLIDER

MEMASTIKAN ANAK MEMILIKI SKILL MASA DEPAN UNTUK MASA DEPAN BERDAYA

  • 09 April 2022

Pernah membayangkan gak sih sekitar 10-20 tahun lagi masa dimana anak kita akan masuk ke dunia nyata dan pekerjaan, dunia sudah seperti apa? Skill seperti apa yang anak-anak kita butuhkan kedepannya? Aku salah satu parents yang sangat concern dengan hal ini. Sehingga saat mendengar dan membaca Studi HP New Asian Learning Experience 2021, sangat tertarik dengan hasil yang didapatkan.

Studi ini dilakukan di lima kota besar di Indonesia dan menyasar orang tua milenial. Hasil studi menunjukkan bahwa orang tua menekankan pentingnya soft-skill seperti cara berpikir kreatif (94%), pemecahan masalah (92%), dan kemampuan beradaptasi (92%). Temuan ini mewakili pergeseran pola pikir dari indikator pembelajaran yang lebih tradisional seperti nilai dan akademis.

 

Lanjutan dari hasil studi ini adalah kolaborasi webinar yang dilakukan bersama Tiga Generasi. Kebetulan saya (Nesya) juga menjadi representative dari ibu-ibu yang mengikuti webinar tersebut. Topik yang diangkat adalah Skill Masa Depan. Dibuka oleh Sashkya Aulia Prima M.Psi, Meity Daniel HP Print Marketing Manager, dan saya sendiri Danesya M Juzar sebagai parents yang memiliki concern terhadap masa depan anak, dunia pendidikan, juga founder dari Productive Mamas.

 

Saski membuka dengan fakta-fakta mencengangkan di masa depan, yaitu beberapa diantaranya:

-Pada tahun 2025, 85 juta pekerjaan akan tergantikan dengan mesin.

-50% karyawan di seluruh dunia butuh perbaruan skill setiap 6 bulan.

-Muncul 97 juta jenis pekerjaan baru.

-15% tenaga kerja dari 35 negara di dunia beresiko untuk tidak mendapat pekerjaan di tahun 2030.

 

 

Jadi kita sebagai orang tua bisa apa? Kita bisa belajar terus dan mendampingi anak-anak kita mengasah berbagai keterampilan masa depan. Keterampilan seperti apa saja sih? Banyak sekali ya tentunya, mulai dari kecerdasan sosial, emosional, berpikir kritis, kreatif, sampai bekerjasama dengan orang lain. Tapi tiga yang paling utama adalah: Cognitive & Meta-Cognitive (berpikir), sosial & emosional, praktikal &fisik.

 

Sashkya menjelaskan bahwa skill cognitive & meta cognitive merupakan kemampuan untuk terus menciptakan ide baru, belajar seumur hidup, kesadaran tentang proses berpikir, dan aplikasi strategi berpikir dalam memecahkan masalah sehari-hari.

 

Sosial emosional sendiri merupakan Memahami diri dan orang lain, empati, kemampuan bekerjasama, kontrol diri, serta berkomunikasi.

 

Sedangkan  praktikal dan fisik adalah Kemampuan untuk menggunakan & mengoperasikan alat, digital devices, dll, memanipulasi materi yang dimiliki untuk mencapai hasil tertentu.

 

Sekarang pertanyaan besarnya, bagaimana kita dapat berkegiatan bersama anak-anak kita dan menstimulasi skill-skill tersebut? Gak usah jauh-jauh mikirin kegiatan yang ribet-ribet, mulai dari diri dan rumah aja dulu. Merawat diri dan berperan dalam kebersihan rumah, merawat tanaman/peliharan, menulis jurnal maupun memiliki sahabat pena, bergabung dengan komunitas, diskusi karakter dan perasaan dari film//buku yang dibaca, yang terpenting adalah ngobrol tentang keseharian dan kehidupan!

 

Selain hal diatas, adalagi kegiatan mudah yang sebenarnya seru banget asal kita tau bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik! Aku sering dapat teman-teman yang curhat bahwa anaknya gamau menulis karena bosan.. Atau gimana sih bikin printables seru dan menarik?

 

Nah kebetulan, HP memiliki banyak free printables yang bisa banget kita masukan dalam kegiatan kita bersama anak sehari-hari. Coba download dan print dulu ya di: https://printables.hp.com/id/id lalu kita coba seru-seruan sama anak-anak yuk!

 

1.Treasure hunt

Yuk kita sembunyikan barang-barang di sekeliling rumah dan berikan clue untuk anak dapat mengumpulkannya dengan diberi timer. Agar anak menggerakan tubuhnya, menstimulasi keingin tauannnya, dan seluruh sensorinya untuk menyiapkan diri berkegiatan. 


2.Mewarnai dengan berbagai teknik

Kita merasa gak sih pas kecil dipaksa untuk selalu menggambar dan mewarnai yang itu-itu saja? Sedangkan jargon pendidikan montessori itu: freedom within limits. Kita harus banyak berikan kebebasan untuk anak berkreasi. Gak ada salahnya kok kalau mewarnai keluar garis, atau mau menggunakan teknik yang gak itu-itu aja. Bahkan menggunakan media seperti kertaspun merupakan bentuk kreativitas anak dan kita harus mendukungnya.

 

 

3.Sambung cerita.

Setelah mewarnai, sebutkan beberapa kata lalu ajak anak merangakai sebuah kalimat atau cerita dari kata terebut. Setelah itu kita bisa main sambung cerita antara parents, dan anak. Bakal seru banget karena ceritanya bisa kemana-mana,serta menimbulkan emosi yang nano-nano mulai dari lucu, sedih, sampai senang.

 


4.Bedah artikel dan diskusikan!

Ini juga merupakan lanjutan dari kegiatan mewarnai. Untuk anka yang lebih besar kita bisa research mengenai objek di gambar tsb lalu kita diskusikan perasaan anak, dan action apa yang bisa kita ambil to make the world a better place.

 

5.Paper puppet

Gunting gambar-gamabr printables dan tempelkan di stik es krim.

 

6.Diorama lifecycle

Gambar yang dipotong selain untuk puppet bisa juga melengkapi diorama life cycle mengenal alam lebih jauh dan habitat hewan.

 

 

Contoh diatas merupakan beberapa kegiatan engaging yang menstimulasi semua indera, serta soft skills seperti kreativitas, active learning, sosial emosional, berpikir kritis, practical, sampai cognitive dan meta cognitive. Padahal berawal dari kegiatan yang sederhana banget ya. Kebetulan aja anak-anak di rumah memang senang sama hewan, jadi aku pilih kolaborasi HP x WWF. Namun selain contoh-contoh diatas banyak banget kegiatan pilihan lainnya. Yuk kita bangun masa depan bangsa dengan anak-anak yang tanggguh untuk masa depan yang berdaya!

No comments

Post a Comment

·
OLDER
© Productive Mamas Blog