SLIDER

MONICA CHRISTA: LADYBOSS & PASSIONATE COOK


Monica Christa adalah seorang Mama dari Argya (2 tahun), dan Business Director dari BLP Beauty, and a passionate cook! Yuk ngobrol seputar kesehariannya..

Hi Christa! Boleh ceritakan perjalanan karir kamu mulai dari kuliah sampai akhirnya memutuskan bergabung dengan BLP bersama kakak kamu?
Saya kuliah di Prasetiya Mulya dan mengambil jurusan Marketing Communication. Sejak lulus sempat kerja 1 tahun, sebelum akhirnya resign karena hamil. Setelah Argya umur 6 bulan, saya mencoba untuk berbisnis makanan camilan, waktu itu bisnis saya sudah lumayan berkembang, supply ke beberapa kafe dan dijual di Kem Chicks juga. Sampai akhirnya di bulan Juni 2016, Kakak saya memulai BLP Beauty. Tidak disangka, BLP berkembang dengan sangat pesat, antusiasme pasar begitu besar hingga website BLP sempat crash beberapa kali dan Lipcoat habis dalam waktu singkat. Waktu itu BLP Team baru berisi 4 orang, akhirnya di bulan Agustus 2016, Kakak saya mengajak saya untuk bersama-sama mengembangkan BLP Beauty sebagai Business Director. Sejak saat itu saya fokus membesarkan brand BLP Beauty bersama BLP Team.

Menurut kamu, apa sih suka dukanya jadi entrepreneur?
Sebagai seorang entrepreneur,  kita memiliki waktu bekerja yang lebih flexible, kita bisa atur waktu cuti dan mobile working kalau misalnya anak perlu ke dokter, ada acara di sekolah dll. Tapi di sisi lain, kami memiliki jam kerja 24 jam, sering tengah malam whatsapp masih rame karena ada yang perlu didiskusikan. Kadang weekend juga harus lembur karena banyak hal yang masih harus dikerjakan sendiri.
Menjalankan bisnis itu rasanya mirip (walaupun tentu gak sama)  dengan membesarkan anak sih, terharu melihat perkembangannya dari cuma ruangan sepetak sampai sekarang sudah bisa pindah ke ruko 3 lantai. Kalau lagi ada masalah, ya stres nya kayak lagi menghadapi anak tantrum gitu deh :D

Apakah 3 value / sifat terpenting yang diperlukan untuk seorang Ibu yang ingin memulai bisnis sendiri, beserta alasannya?
  1. Management Skill, membagi waktu serta perhatian antara pekerjaan dan rumah itu gak mudah, perlu pintar-pintar atur waktu dan bikin skala prioritas. Cari strategi yang paling nyaman untuk diri sendiri, misalnya karena saya paling gak bisa tidur malam, jadi saya harus bangun subuh untuk bisa menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal atau beberes rumah atau sekedar me time.  Selain itu saya selalu membuat jadwal menu makanan selama seminggu kedepan, karena saya cuma punya waktu belanja di weekend. Waktu Argya belum sekolah, saya juga membuatkan jadwal sensory play setiap hari dan menyiapkan bahan-bahan sebelum berangkat ke kantor.
  2. Flexibility, Hidup wanita bekerja itu jauh dari kata sempurna. Jangan dibawa stres kalau ada kondisi di kantor atau di rumah gak sempurna seperti yang kita inginkan. Be flexible, if plan A didn’t work, there are 25 more letters.
  3. Endurance, baik dari segi fisik maupun mental. Kita harus bertahan, juggling setiap hari antara kerjaan dan rumah. Perlu kondisi fisik yang fit yang mental yang stabil, karena yang paling berat itu kalau kita sudah sakit. Beban tanggung jawabnya bukan hanya dengan orang rumah, tapi juga urusan kantor.

Setuju sama poin-poin tersebut! Dengan segala kesibukan kamu, jadi penasaran gimana caranya kamu membagi waktu. Boleh ceritakan A Day in the Life of Monica Christa?
Pk 05.00, Bangun, biasanya untuk me-time, beberes atau kerja kalau ada yang perlu dikerjakan.
Pk 07.00 Menyiapkan sarapan/bekal untuk anak & suami
Pk 07.30 Sarapan bersama sambil main/ngobrol
Pk 08.30 Mandi & Dandan (Kalau pagi, Argya mandi sama Ayahnya)
Pk 09.00 Menyiapkan Argya berangkat sekolah (masuk siang)
Pk 09.15 Berangkat ke kantor naik KRL/naik mobil bareng suami.
Pk 10.00-Pk 17.00 Sampe di kantor, lalu 70% nya kerja, sisanya buat bercanda :D
PK 17.15 Pulang (most likely selalu teng-go, kecuali kalau banyak deadline & meeting)
Pk 18.15 Sampai di rumah, lalu main
PK 19.00 Masak untuk makan malam, lalu mandi
Pk 19.30 Makan malam saya & suami (Argya sudah makan Pk 18.00)
Pk 20.00 Naik ke kamar untuk cuci-cuci, sikat gigi, baca buku & ngobrol
Pk 21.00 Kelonin Argya (biasanya sih saya ikut tidur juga).


Ini jadwal kalau lagi slow, kalau lagi banyak event atau launching product sih nggak sesantai ini.

Untuk Christa, apa sih hal yang paling menyenangkan dari menjadi seorang Ibu?
Rasa dibutuhkan dan dicintai yang luar biasa besar dari anak. Teriakan gembiranya  Argya setiap saya pulang kantor itu, gak tergantikan :)

What do you think are the most challenging part of being a mother?
Melatih kesabaran, karena saya orangnya gak sabaran. Kadang saya suka “kelepasan marah” kalau lagi banyak pikiran dan Argya rewel/tantrum. Di saat seperti itu saya paling merasa gagal jadi Ibu yang baik. Cara menangani nya biasanya saya menjauh dulu, begitu sudah tenang baru kami SALING meminta maaf dan saya tanya kenapa Argya nangis dan kasih penjelasan kenapa Ibu marah.

Bagaimana cara Christa meluangkan me time ditengah kesibukannya?
Wah penting banget! Kalau sehari-hari, paling sempetnya cuma browsing social media atau nonton Netflix subuh-subuh sebelum pada bangun. Tapi karena di kantor BLP suasana kerjanya juga menyenangkan, jadi terasa kayak me time juga setiap hari. Selain itu yang gak kalah penting adalah quality time sama suami. Kami rutin “kencan” minimal 2 minggu sekali dan liburan berdua setahun sekali sejak Argya disapih.


Kami perhatikan, kamu rajin sekali memasak untuk keluarga. Darimana kamu mendapatkan tenaga dan inspirasi untuk rajin memasak di rumah despite your busy schedule?
Buat saya masak itu hobi dan hiburan, jadi biasanya kalau lagi banyak pikiran malah makin rajin masak hahahhaahah. Inspirasi paling besar adalah Ibu saya. Beliau pinter sekali masak, dan buat saya kalau saya berhasil re-create masakan Ibu itu kepuasannya jadi double, apalagi kalau suami dan anak makannya lahap, capeknya jadi gak kerasa!


Boleh share bagaimana cara kamu mengatur menu makanan di rumah? Lalu adakah tips&trick dalam memilih menu yang efesien dan cepat untuk ibu bekerja?
Tips yang bisa saya kasih antara lain:
  1. Untuk sarapan, pilih menu yang paling simple dan cepat.
  2. Dalam 1 minggu, bikin variasi makanan yang bahan dasar utamanya sama, jadi belanja lebih hemat dan cepat.
  3. Apabila hanya bisa belanja 1 minggu sekali, gunakan bahan-bahan yang gampang rusak di awal minggu, misalnya sayur bayam, kangkung, toge, dll. Biasanya kalau sudah hari kamis/jumat, menu nya sekitar sop-sop an yang bahannya gak menggunakan sayur hijau.
  4. Setelah belanja, bagi bahan-bahan mentah (terutama daging, ayam & seafood) sesuai porsi sekali makan ke dalam container, supaya lebih awet dan kualitasnya terjaga.
  5. Masak beberapa stock makanan yang bisa disimpan di kulkas pada waktu weekend, jadi saat weekdays proses memasaknya lebih cepat. Misal, bikin stock ayam ungkep, empal, tahu/tempe bacem, kaldu, nugget, dll.  
  6. Follow instagram para ibu-ibu yang suka share masakan dan resep untuk inspirasi.
  7. Kalau badan & pikiran sudah capek banget, gak usah dipaksakan masak. Go FOOD to the rescue!


Last but not least, apakah value Christa dalam menjalani keseharian sebagai ibu yang produktif?

Sebagai Ibu bekerja, guilty feeling adalah perasaan yang tidak bisa dihindari setiap harinya. Tapi yang harus diingat, walaupun tidak bersama anak 24 jam sehari, tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa menggantikan posisi Ibu di hati anak-anak. Dengan melihat Ibunya produktif, anak juga belajar mengenai kerja keras dan kemandirian. Yang terpenting adalah bagaimana kita memaksimalkan waktu yang kita punya untuk bonding dengan keluarga.

No comments

Post a Comment

·
OLDER
© Productive Mamas Blog