SLIDER

LIL'HOOPSTER, KLUB BASKET ANAK JAKARTA


Memang dari Dio kecil saya suka sekali (iya saya, si Dio kayanya udah pasrah aja) mencoba berbagai macam kegiatan anak. Tapi tentunya sejak Dio bisa bicara saya tanya dulu kok. Sambil menunjukan video orang main basket saya tanya “Kakak mau gak coba latihan basket? Nanti ada coachnya yang ajarin, dan akan ada teman-teman seumuran. Gimana, kakak mau?”. Dio menjawab mau dan selalu excited mau memulai kegiatan baru terutama yang berbau olahraga. Mungkin karena dia lihat Baba-nya juga senang sama berbagai macam olahraga, sehingga Bulan lalu kami sempat mencoba Lil'Hoopster.

Lil’Hoopster merupakan club basket untuk anak usia 1.5-7tahun yang memiliki kurikulum yang dibuat oleh pemain IBL (Indonesian Basketball League). Lokasinya di NZIS (New Zealand International School) Kemang, setiap hari Sabtu sore. Lalu baru saja buka lagi di ICA Preschool Pakubuwono setiap Kamis sore.

Nah berikut kami akan me-review pengalaman Dio selama sebulan disana. Positifnya, kegiatan basket untuk toddler ini kayanya hanya satu-satunya di Jakarta. Biasanya klub basket kebanyakan baru mulai di usia SD, dapet eskul dari sekolah. Itupun jarang ya karena gak semua sekolah punya ring basket. Aktifitas ini bagus sekali untuk melatih motorik kasar anak, koordinasi tangan, mata, dan kaki secara bersamaan. Latihan konsentrasi juga, kerjasama, serta sosialisasi. Walaupun dilatih oleh coach IBL tapi Lil'Hoopster ini gak yang serius gimana, banyak unsur fun-nya sehingga cocok untuk target usianya yang ikutan. Seru kok game-gamenya, Dio setiap udahan selalu bilang "Kok cepet banget Mama? Dio masih mau main basket". Berarti menyenangkan ya kalau sampe anaknya gak mau udahan.

Sudah membahas yang bagus-bagus sekarang aku ada sedikit saran aja untuk improvement. Aku gak komplain sama sekali, karena keep in mind tempat ini baru banget lho jadi tentunya masih learning progress. Tapi kalau ditanya kurangnya aku juga akan ceritain ya karena ini honest review. Jadi saat hari pertama mulai, diasumsi si Dio sudah bisa mendribble bola dan dia sempat agak confused.  Teman yang ada dikelas sudah ikutan dari minggu-minggu lalu jadi udah bisa dribble, sedangkan kami emang belum pernah mengenalkan sama Basket. Si Dio sempat ikutan ritme kelasnya tapi bolanya jatuh-jatuh terus. Bukannya mau diperlakukan khusus atau gimana, tapi baiknya setiap murid baru di brief dahulu, dipisahin dari awal, karena aku yang dewasa aja gak bisa dribble bola haha. Namun di game berikutnya si coach notice dan sigap bawa Dio berpisah sebentar dan diajarkan teknik dasar men-dribble. So all is good. 

Overall tapi aku dan Dio happy dengan si Lil'Hoopster. Sayangnya kelasnya Dio jam 4 sore hari Sabtu, jadi kami sering sekali ada acara dan gak bisa lanjutin. Tapi kalau dia ada jam dan hari yang lebih enak aku consider untuk Dio lanjut ikutan kelasnya. Aku juga sudah merekomen ini ke beberapa teman, terutama yang bapaknya suka sekali main basket.

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog