SLIDER

PERTANYAAN UMUM SEPUTAR ASIP

  • 30 January 2018


Menurut aku penting banget punya guideline ASIP (Asi Perah). Gak semua ibu baru terutama baru lahiran, punya waktu untuk membaca buku yang tebal, atau datang ke workshop. Nah aku juga lumayan sering ditanya sama teman yang baru, seputar per-ASIP-an. Berikut aku list pertanyaan yang sering ditanyakan beserta jawabannya seringkes mungkin ya.

Pakai pompa ASI electric atau manual?
Saat ini aku pakai pompa ASI Avent yang manual.

Kenapa memilih manual ketimbang yang electric?
Dua-duanya sama baiknya kok. Namun karena aku gak kerja full time, dan hanya menyetok ASIP untuk emergency saja, jadi lebih convinient manual untuk aku, karena lebih mudah dibawa-bawa dan ringkes. Dulu pernah pakai electric sih, tapi harus dicolok ke listrik dan agak berisik.

Pakai pompa ASI merek dan tipe apa?
Aku pakai Pompa ASI Phillips Avent Manual tipe SCF330/20

Kenapa pakai merek tersebut?
Berdasarkan rekomendasi dari Irna, juga teman-teman yang komen di Instagram saat aku hamil. untuk pompa asi manual ini merupakan brand dan tipe yang paling banyak di mention sama. Setelah pakai sendiri juga setuju sih, memang nyaman dipakai, praktis dan ringkes untuk dibawa-bawa. Enaknya manual juga kekencangan menyedotnya bisa diatur, dan suaranya tidak berisik. 

Bisa beli dimana?
Kebetulan dapat hadiah, tapi untuk yang mau beli bisa di JD.Id, aku baca sedang ada promo dan diskon 30%. Ini linknya ya https://www.jd.id/product/avent-scf330-20-breast-pump-natural-manual-bottle_681150/10016415.html

Kapan Waktunya Memompa?
Untuk ibu yang bekerja tentunya 2 jam sekali. Untuk yang supplynya banyak dan menghindari payudara mengeras juga baiknya rutin. Untuk yang ingin meningkatkan supply asi juga baiknya rutin. Namun aku jujur sih, hanya pumping setiap pagi, karena ninggalin anaknya jarang, lalu takut mubazir kaya sebelumnya akhirnya pada basi dan harus dibuang. Jadi sekarang ini aku punya ASIP paling banyak 5 botol aja di freezer, untuk pergi acara kisaran meeting 2-4 jam.

Ketahanan ASIP yang disimpan?
ASIP yang baru diperah tahan di suhu ruangan kisaran 4-6 jam (aku ambil 4 jam supaya aman), tahan 3-8 hari di suhu lemari es 0-4 derajat celcius, dan tahan 2 minggu di freezer kulkas 1 pintu. Kalau untuk ibu bekerja baiknya punya freezer khusus ASIP saja agar kedinginan dan ketahanannya terjaga bisa sampai 3-4 bulan.

ASIP yang sudah dicairkan di kulkas tahan tidak lebih dari 4 jam, terutama yang sudah dialirkan dengan air hangat, baiknya langsung dikonsumsi.

Media penyimpanan ASIP?
Kantong dan botol yang BPA Free. Baiknya gunakan merek-merek yang sudah terpercaya dan yakin bahwa itu BPA Free demi keamanan si kecil. 

Cara mencairkan ASIP dari freezer?
Mencairkan ASIP itu tidak boleh di suhu dadakan. Misalkan dari beku di freezer lalu langsung rendam air panas. Harus perlahan sesuai penurunan suhu. Awalnya pindahkan ASIP beku dari freezer, ke kulkas bawah sampai mencair. Lalu setelah itu baru dikeluarkan ke suhu ruangan, sekitar satu jam, baru dihangatkan. 

Cara menghangatkan ASIP?
Letakan botol asip di dalam mangkuk berisi air hangat, dan diamkan beberapa saat sampai mencair. JANGAN memasak asip diatas api langsung maupun menggunakan microwave. 

Cara peberian ASIP?
Dulu aku pernah pakai cup feeder tapi mudah tumpah, dan kurang telaten. Sehingga kalau memang harus ditinggal sesekali aku pakai botol susu biasa, baru mulai dicoba saat anaknya usia 3 bulan. Menurut aku lebih baik jangan saat usia 1 bulanan, karena anaknya masih adjust dengan puting ibu, dikhawatirkan bingung puting. Namun di usia 3 bulanan ia sepertinya sudah mulai bisa membedakan, (dari pengalaman pribadiku). Jadi aku juga pakai botol Avent natural 2.0 yang untuk newborn. Lebih baik juga ASIP diberikan oleh orang selain ibu ya, jadi pengasuh, nenek, atau ayahnya. 


Kalau ada pertanyaan lain, feel free to comment below. Semangat mengASIhi mamas! 

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog