SLIDER

5 CARA MUDAH UNTUK MENGHEMAT LISTRIK


Saya sudah tinggal di rumah yang kami tempati sekarang bersama keluarga sejak hamil usia 8 bulan anak pertama Dio. Saat pindah kesini, bersyukur banyak sekali yang ditinggal oleh yang punya rumah. Mulai dari AC, korden, lampu, tempat tidur, bisa dibilang 3/4 furnished rumahnya! Namun awal-awal punya rumah sendiri, saya ingat sekali lumayan shock pas bayar listrik pertama kali. Lalu saya dan suami coba selidiki, apa sih kira-kira yang membuat tagihan listrik bisa membludak seperti itu. Ternyata banyak sekali faktor kecil maupun besar yang bisa kami siasati. Nah sekarang ni aku ingin berbagi tips dari kami sekeluarga sehingga dapat menghemat listrik dan mengurangi tagihan yang berlebihan!

1. AC 

AC adalah konsumsi listrik terbesar di rumah sampai 40% dari total pemakaian listrik. Pertama kali pindah, semua ruangan di rumah ini sudah ditinggalkan AC, jadi kami gak beli lagi.  AC yang ditinggalkan mereknya kurang familiar, dan kami awal-awal pindah suka seenaknya nyala matikan AC. No wonder tagihan listrik membludak!

Saya baru tau kalau tipe AC itu beda-beda, karena biasanya suami yang mengurus alat elektronik di rumah. Keluarga kami memilih AC Panasonic Inverter CS/CU-PU9TKP (1 PK)  dengan teknologi inverter katanya dapat hemat energi hingga 50%! Nah tapi inverter sendiri itu apa sih? Berikut penjelasannya ya:

"AC Panasonic Inverter sangat fleksibel, tersedia banyak pilihan kecepatan rotasi kompresor. Fitur ini memungkinkan kompresor menggunakan lebih sedikit energi untuk menjaga pengaturan suhu sekaligus mampu menyejukkan dan menghangatkan ruangan dengan lebih cepat setelah dihidupkan.  Prinsipnya sama dengan mengendarai mobil. Mengemudikan mobil akan terasa lebih nyaman jika kita tidak perlu menghidupkan dan mematikan mesin berulang kali. Inverter memberikan efek yang sama pada AC.

Ketika AC dihidupkan, inverter akan disetel pada pengoperasian kekuatan penuh sehingga mampu mencapai suhu udara yang diinginkan dengan cepat. Setelah suhu udara yang disetel tercapai, inverter akan beroperasi secara efisien untuk meminimalkan perubahan suhu ruangan. Hal ini akan mencegah pemborosan pemakaian listrik dan menjaga suhu ruangan pada level pengaturan yang nyaman”. (Source: Panasonic)

Nah senang sekali dapat memakai AC yang hemat energi, efesien, dan ramah lingkungan! Puas bangetlah dengan AC Panasonic ini! Karena kami tidur masih sekamar sama anak-anak, jadi suhu yang kami pasang biasanya sekitar paling dingin 23 Celcius dan kadang bisa sampai 25 Celcius. Gak pernah dibawah 23. AC yang lama itu hanya stabil di suhu rendah, begitu dipasang 24 Celcius saja sering kali suhunya gak stabil. Saat baru dinyalain laaama sekali dinginnya, tengah malam tiba-tiba dingin sekali sampai mengigil, lalu subuh-subuh panas lagi, jadi saya maupun anak-anak seringkali kebangun either keringetan atau kedinginan. AC Inverter Panasonic ini mengatur kecepatan kompresor untuk menyetel kekuatan penyejuk udara yang tepat tanpa mengganggu kenyamanam. Ini jelas akan memberikan perbedaan besar apabila digunakan dalam jangka waktu lama.

Tagihan listrik dari penggunaan AC Inverter Panasonic CS/CU-PU9TKP (1 PK) dengan pemakaian 8 jam per hari bisa hemat 1.3 juta rupiah. Sangat gampang untuk melihat AC tersebut bisa efisien secara listrik atau tidak, lihat saja dari label hemat energi yang dimiliki. AC Panasonic sudah memiliki label hemat energi bintang 4 sebagai standar efisiensi tertinggi dari Kementrian ESDM Republik Indonesia. Semua line up AC Panasonic memiliki label hemat energi bintang 4.

Coba saya tau sejak lama, sudah saya ganti dari dulu deh! Kalau beli alat elektronik memang harus dipikirkan secara jangka panjang. 


2. Mencuci Baju 
Apakah kamu tau bahwa mesin cuci dan dryer itu daya listriknya besar sekali? Sehingga kalau di rumah kami hanya mencuci baju 2-3 hari sekali. Selain menghemat listrik, ini juga mengehemat air. Caranya dimulai dengan sebisa mungkin “menghemat” pemakaian baju. Untuk baju rumah seperti baju tidur yang dipakai di ruang ber-AC, selama belum kotor atau ketumpahan sesuatu, kamu semua pakai hingga 2-3 hari, tidak langsung dicuci. Namun kalau baju pergi, kami masukan keranjang cucian namun ditunggu dulu sampai keranjang penuh baru dibawa kebelakang. 

Selain itu faktor besar yang kami pertimbangkan saat pindah rumah adalah, tidak membeli mesin dryer. Kebetulan ada teras belakang dan area depan rumah yang terkena sinar matahari cukup terik sehingga kami memanfaatkan itu untuk menjemur. Kalaupun lagi musim hujan, kami suka menjemur didalam rumah dekat jendela dan diangini pakai kipas angin. 

3. Lampu 
Hal pertama yang kami sadari banget saat pindah ke rumah ini adalah, lampunya yang banyak sekali. Jadi di 1 ruangan itu minimal ada 4 lampu, bahkan kamar tidur sampai ada 6. Sehingga hal pertama yang kami ganti adalah lebih pandai memilih watt lampu. Jadi kami ganti beberapa watt-nya ke yang lebih kecil. Misalkan dari 40w jadi 25w, ang 24w jadi 15w, dan seterusnya. Untuk di rumah ini mengganti seluruh watt lampu, gak membuat ruangan jadi gelap kok. Karena 1 saklar tersambung ke 2 sampai 3 lampu sekaligus, penerangannya cukup-cukup saja.

Kami biasakan untuk langsung mematikan semua lampu di pagi hari dan mencoba untuk gak menyalakan lampu sama sekali sampai matahari mulai terbenam. Sebisa mungkin menggunakan natural lighting dengan cara membuka semua jendela. Kebetulan jendela di rumah cukup banyak dan ada hampir di setiap ruangan. Untuk yang baru bangun rumah, ini faktor penting sekali lho, memiliki jendela yang besar dan penerangan yang cukup dari luar! Kalaupun hari sudah mulai gelap, kami hanya menyalakan beberapa lampu saja di ruangan yang kami pakai. Ruangan yang tidak kami tempati pasti dimatikan lampunya. Lampu di luar rumahpun gak pernah nyala, karena sudah ada lampu dari jalanan kompleks. Kalau sudah mau tidur juga seluruh lampu di rumah kecuali lampu tidur kecil mati total. 

4. Cabut Colokan Listrik
Ini juga case yang sama seperti nomer 2. Sebenarnya kami terbiasa mencabut dan mematikan colokan kalau berpergian dan tidak dipakai lebih untuk safety issues. Pernah dengar gak sih listrik korslet atau kebakar? Nah rajin mencabut kabel dari saklarnya merupakan prevention.  Selain itu apabila punya bayi di rumah juga, ada bagusnya tidak terlalu banyak kabel yang melalang melintang, setelah dicabut bisa ditutup, sehingga tidak bahaya untuk anak-anak. Sehingga memang tips nomer 3 ini lebih leaning ke safety dibandingkan menghemat, cuman gak ada salahnya kan dicoba? 

5. TV 
Aku ingat dulu waktu belum punya anak, aku sering menyalakan TV sepanjang hari. Kadang di tonton, kadang supaya ada suara saja saat mengerjakan hal yang lain. Nah memiliki anak juga membuat kami menjadi hemat menonton TV. Karena kami memang memiliki peraturan untuk tidak menonton di hari sekolah. Tentu karena si anak tidak bisa menonton, kami ibu dan bapaknya juga jadi gak bisa menonton. Kami hanya menonton TV disaat weekend atau besoknya libur. Itupun juga dibatasi perfilm. Misalkan hari ini hanya boleh 2 film ya, atau hanya boleh sampai jam 5 sore. Peraturan ini sebenarnya bukan untuk menghemat listrik, melainkan agar si anak tidak pasif dan nonton saja sepanjang hari. Agar anak melakukan hal lain yang mengasah kreativitas dan motoriknya. Jadi mendisplinkan anak untuk mempunyai jadwal menonton itu ibarat sekali mendayung 2 pulau terlewati, karena selain bagus untuk tumbuh kembangnya, juga bisa membantu sedikit dalam menghemat listrik.


Kira-kira sekian tips menghemat listrik dari keluarga kami. Point nomer 3-5 seperti lampu, listrik, dan colokan itu merupakan hal kecil-kecil yang bisa dilakukan untuk menghemat listrik, namun mohon perhatikan baik-baik point nomer 1 dan 2 karena ini merupakan hal besar yang sangat signifikan dalam penghematan listrik di rumah tangga anda! Jadi apakah ada yang terlewat? Feel free to share your thoughts in the comment section below!

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog