SLIDER

MATROISHKA x PRODUCTIVE MAMAS NURSING & MATERNITY COLLECTION


Sekitar akhir tahun lalu, saat saya menghadiri Matroishka Anniversary saya menunggu Uber cukup lama sehingga tinggal sendirian di acara tersebut, dan sempat berbincang-bincang dengan Prisya (founder dari Matroishka) untuk kolaborasi membuat maternity & nursingwear versi saya. Senangnya, di awal February ini kolaborasi bisa tercapai dan antusiasme dari para mama juga luar biasa.

Untuk yang belum tau, sebelum menjalankan blog Productive Mamas, saya sendiri sempat hampir 2 tahun berjualan baju. Saya selalu senang dengan fashion, tapi ternyata kalau menjalankan di belakang layar itu beda sekali dengan sekedar membeli memilih-milih model yang ingin kita pakai. Sesuka-sukanya saya dengan fashion, ternyata passion saya memang bukan disitu. Memiliki clothing line harus memiliki pengetahuan terhadap fabric, pola, dan kreativitas dalam terus mengkreasikan ide-ide untuk membuat koleksi terbaru. Nampaknya kesukaan saya pada fashion hanya sekedar menjadi penikmat dan pemakai bajunya, namun kalau harus constantly berpikir akan model terbaru, membaca demand pasar dan menyatukannya dengan selera kita secara terus menerus, hati saya gak ada disitu. Belum dari sisi marketing yang juga sangat kompetitif, karena makin banyaknya online shop yang bermunculan, marketing strategy yang dimiliki haruslah unik dan konsisten. Salut untuk Prisya dan semua orang yang punya clothing line yang aktif, karena itu membutuhkan konsistensi dan kerja keras!

Senang sekali diajak kolaborasi dengan Matroishka, karena memang dari sebelum hamil saya sudah follow dan suka sekali dengan semua model bajunya yang menurut saya sih "saya banget". Modelnya gak "keibu-ibuan" (menolak tua haha) dan bisa dipakai terus walaupun sudah gak hamil atau menyusui sekalipun. Saya ingat dulu sekitar 4 tahun yang lalu, saat saya hamil Dio, suliiiiiit sekali mencari baju maternity yang nyaman dan modelnya up to date seperti Matroishka. Kalaupun ada di mall-mall selain mahal, harganya bisa 3x lipat dari baju di Matroishka, modelnya juga kurang menurut saya pribadi. Begitupun di ITC ataupun Ambassador memang ada lebih banyak pilihan baju maternity/menyusui dengan harga terjangkau, namun ya itu dia modelnya saya kurang suka. Dulu sempat terbesit ide ingin membuat juga baju maternity dan menyusui yang nyaman dan up to date, tapi mengingat passion saya gak disitu, saya urungkan niat tersebut. Sudah bisa membuat 1 koleksi ini saja senang sekali. Warna-warnanya juga saya banget, abu-abu, biru tua, hitam, dan dusty pink. Kalau buka lemari saya ya isinya warna-warna ini saja plus putih hahah. Untuk modelnya kami ber-2 brainstorming bersama-sama, dan dalam waktu yang cukup singkat untungnya selera kami sama, sehingga gak banyak revisi ataupun pertemuan yang terlalu sering juga sudah langsung bisa cari titik tengahnya. Kalau saya sendiri ingin membuat model baju yang bisa dipakai sehari-hari mulai dari mengantar anak sekolah, maupun meeting, serta datang ke event sekalipun, makanya relatif koleksi ini modelnya cukup rapi. 

Berikut baju-bajunya, tersedia di 4 varian warna tersebut. Senangnya dalam seminggu beberapa koleksi sudah sold out dan di restock terutama long sleeve dengan lengan bell (Dyna Top). Masih akan ada bawahan dan varian warna untuk dress-nya, ditunggu ya! Untuk yang ingin lihat dan beli bisa langsung cek matroishka.com atau Matroishka catalog di Instagram. 



Nah dalam rangka kolaborasi ini, kami membuat video #ceritaibuproduktif di You Tube untuk menginspirasi dan saling mensupport dalam motherhood saja. mengurus anak. Yuk tonton dan dengar kisah dari Anggia Kharisma, Arninta Puspitasari, & Stella Sutjiadi. Mereka merepresentasikan para ibu dengan background yang berbeda, intinya memilih menjadi Stay at Home Mom, Mompreneur, ataupun menjadi karyawan dan kerja kantoran itu bisa tetap produktif dalam berkarya maupun 


Kalau cerita saya sendiri sebenarnya pernah saya ceritakan disini, tapi saya coba ulang sedikit ya. Intinya dulu saya menikah cukup muda, dan tidak mempunyai banyak teman ibu-ibu, sayapun belum pernah kerja kantoran, hanya sekedar internship saja 3 bulan. Selama 1-2 tahun kehidupan Dio saya full di rumah dan mengurus Dio. Saat usia 1 tahun sih saya memang sempat mulai berjualan baju, tapi ya itu on-off tergantung mood. Saya sebenarnya cukup beruntung gak pernah merasakan yang namanya baby blues ataupun postpartum depression karena sangat enjoy dengan menjadi seorang ibu dan support system saya sangat baik. Namun suatu saat di akhir tahun 2014 sempatlah banyak kejadian yang membuat saya upset (bisa dibaca di artikel  ini). Sebenarnya gak berhubungan dengan anak, tapi saya perlu sesuatu untuk membangkitkan semangat saya lagi. Dari banyaknya buku yang saya baca, dan diajarkan oleh orang tua saya juga kalau kita sedang diberi cobaan, biasanya ada hal yang jauh lebih baik yang menunggu setelahnya. Jadi memilih untuk upset terus atau bangkit mencari solusi. 

Pada saat itu, dari baca buku dan kisah-kisah berbagai orang yang menginspirasi, satu yang selalu dipesankan oleh mereka dalam memulai sesuatu adalah PASSION, PUT YOUR HEART INTO IT. Jangan melakukan sesuatu karena orang lain, karena ingin dipuji, karena semata-mata uang, ataupun karena ya ngisi-ngisi waktu aja. Berdasarkan pengalaman itu betul banget, karena lambat laun kalau gak pakai hati pasti sulit sekali untuk konsisten dan maju. Kalau ketemu rintangan pasti kita akan memilih untuk berhenti. 

Dari kecil aku selalu merasa gak punya skill apa-apa. Sekolah-pun jujur aku gak pernah suka, gak suka baca buku, dan gak suka belajar. Tapi itu semua berubah ketika ketemu sama suami aku. Lebih berubah lagi sejak menjadi ibu. Menjadi ibu membuatku menjadi lebih baik dalam segala hal. Untuk anakku, aku selalu ingin yang terbaik, aku ingin dia melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat makanya dulu aku sering membuatkan DIY dan mengikuti kelas bermacam-macam. Kami juga suka mengunjungi tempat-tempat wisata keluarga yang menyenangkan untuk anak. Akupun sangat selective dalam memilih film, mainan, dan buku untuknya. Kelihatan sekali Dio jauh berbeda dengan aku dulu, karena dia suka sekali membca buku, mempelajari hal baru, dan anaknya ingin tahuan, serta mudah mengingat. Dari situ aku menyadari kalau passion aku memang di dunia anak. Menjadi ibu dan aktivitas-aktivitas anak yang bermanfaat itu merupakan sumber kebahagiaan bagiku. 

Karena aku sering sekali research dan mengikuti berbagai macam aktivitas anak, sayang sekali kalau gak di share. Media tempat aku share ya di blog ini dan Instagram. Gak nyangka dari situ bisa berkembang menjadi macam-macam aktivitas, mulai dari bekolaborasi dengan berbagai brand yang aku support, bisa saling bertemu dengan teman baru dan para ibu yang menginspirasi, bisa membuat event juga seputar ibu dan anak, dan informasi yang kutulis bisa membawa manfaat untuk orang lain. Semua itu juga bisa kulakukan dengan tetap beraktivitas dengan anakku pula! Sangatlah menyenangkan. 












Aku ingin mama juga sharing ya di Instagram mengenai #ceritaibuproduktif versi mama. Jangan lupa hashtag satu lagi #matroishkaxproductivemamas! Would love to hear your stories :)

(Photos credit: @endarivan_pictures & location: @lokaldeli)

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog