SLIDER

DIY MATERNITY SHOOT



Dari jaman pacaran dulu, saya ama suami memang hobi foto. Secara kami ketemunya juga di trip photography di Phuket. Nah jadi mulai dari pre-wed, foto liburan, maternity shoot, foto newborn, foto anak, dan foto keluarga semua kami kerjakan sendiri. Well.. suami saya sih yang set camera-nya dan saya yang pilih-pilih baju dan props-nya. Nah seinget saya pas dulu hamil Dio, kami gak sempat buat foto maternity yang proper karena saya lahiran 2 minggu lebih cepat dari perkiraan. Sekarang mumpung masih 8 bulan, kami foto-foto maternity sendiri di rumah. Disini aku ingin share beberapa tips untuk foto sendiri di rumah ya!

1) CARI REFRENSI 
Seperti yang sudah saya share di Instagram, penting banget untuk cari referensi pose yang diinginkan, supaya gak kagok pas mulai foto nanti. Tinggal ketik"Maternity Photography" di Pinterest atau Google

2) PILIH BAJU YANG SENADA
Kalau sedang liburan-pun kami sekeluarga sebisa mungkin memilih baju yang senada agar bagus di foto. Senada bukan berarti harus matching lho. Justru saya gak menyarankan pakai kaos dengan gambar sama persis, atau atas bawah sama persis pakai kaos merah dan celana jeans misalnya. Kecuali warna putih, kalau untuk putih memang tema-nya all white gak masalah warnanya putih semua. Cuman untuk warna lain lebih baik kombinasi. Intinya pilih outfit dengan kombinasi dan tone warna yang masih nyambung. 

Jadi misalkan nuansanya biru dan putih. Ibunya mau pakai dress biru, bapaknya kotak-kotak, lalu anaknya kaos putih juga gak masalah. Gak harus semuanya pakai kaos biru. Baiknya juga gak pakai baju dengan banyak ilustrasi agar fokusnya tetap ke perut sang ibu. 

Cukup pilih 2 sampai 3 set baju. Karena saat sudah hamil besar pasti capek banget foto-foto. Sebenarnya 2 set bajupun cukup, cuman kemarin saya pikir nanggung yaudah tambah 1 lagi. Namun dalam keadaan hamil besar, ganti baju 3 kali sudah cukup lelah.


3) INDOOR ATAU OUTDOOR?
Kalau kamu memiliki rumah yang tertata rapi ala pinterest, aku sarankan untuk membuat maternity shoot di dalam rumah. Di ruang nursery terutama penting untuk diabadikan.

Kalau tetap ingin indoor tapi rumahnya berantakan cari area se-netral mungkin seperti sofa dan tembok atau tembok kosong yang polos. Jangan lupa juga kalau gak punya lighting, untuk cari natural lighting alias matahari. Jadi foto dekat-dekat jendela yang mendapatkan cahaya dari luar agar mendapatkan hasil yang maximal. 

OUTDOOR
Kalau tinggal di kompleks atau memiliki halaman yang besar, saya lebih menyarankan untuk foto diluar karena pasti mendapatkan pencahayaan yang proper. Jam yang baik untuk foto diluar adalah antara jam 7-10 pagi atau 3-5 sore. Hindari foto jam 12 siang karena lagi terik sekali mataharinya, adanya selain kepanasan, fotonya pun terlihat 'keras' lighting-nya. Foto diluar juga lebih baik cari background polos seperti daun-daunan atau tembok yang besar.

4) ALAT FOTO YANG DIPERLUKAN
Alat-alat foto yang diperlukan adalah kamera, tripod, dan remote agar bisa klik kamera dari jauh. Kalau gak punya remote untuk klik otomatis gak masalah karena bisa pasang self-timer yang 20 detik, cuman akan lebih cape aja. Dulu saat belum punya remote, suami saya lari-lari bolak balik pake timer sehingga selalu keringetan dan extra capek sehabis foto. Sedangkan kalau pakai remote tinggal pose-pose aja dari jauh lalu klik remote-nya. Tetap pasang timer 2 detik ya, karena kalau gak nanti fotonya dapat saat sedang klik remote. Disini kami pakai camera Canon 6D. Untuk foto-foto lain di Instagram saya biasanya pakai camera Fuji MX1, namun cari fokusnya suka agak lama, jadi untuk foto-foto keluarga seperti ini lebih enak pakai kamera punya suami. 

Kalau gak punya kamera, pakai hp dan tripod sebenernya gak apa-apa, tapi fotonya harus outdoor agar cahayanya cukup. Foto dengan hp, dan indoor hasilnya gak akan maksimal. 

5) PROPERTI FOTO
Selain outfit yang senada, alat foto, tentunya perlu juga properti foto. Properti juga membantu kita untuk pose lebih natural dan gak dibuat-buat. Kadang bingung ya mau ngapain, kok pelukan mulu, atau kok pegang perut terus. Dengan adanya props seperti barang-barang bayi foto juga jadi lebih berkesan. Properti foto yang paling sering dipakai biasanya adalah hasil USG, sepatu atau kaos kaki bayi, buku bayi, balok-balok dengan alphabet nama bayi, bunga-bunga, bubble, balon, atau baju bayi.



6) HAVE FUN & LOWER YOUR EXPECTATION
Haha.. Lower your expectation ini ke pasangan dan ke anak. Jadi sering kali saya dapet keluhan dari teman yang bilang "Suami gw gak mau difoto-foto! Kalau foto gamau senyum!". Atau untuk yang udah punya anak pertama, biasanya anaknya sih gak akan mau koperatif. Jadi saat foto gak berjalan sesuai rencana dibawa fun aja. Kalau anaknya gak mau ikutan, ya foto berdua suami aja. Kalau anaknya nempel, bapaknya gak boleh ikutan ya foto berdua anak saja. Kalau anaknya lagi ngambek, ikutan aja pasang foto ngambek, malah jadi lucu-lucuan. Kalau disini juga Dio tiba-tiba gak mau lepasin kayu yang dia temuin di jalan. Akhirnya diakalin kayunya untuk nunjuk perut saya misalnya. Pokoknya jangan dibawa stress ya! Kalau bt nanti adanya kita juga malah jadi cape.

Have a wonderful photo session mommies!

1 comment

  1. Bumilnya cantik bangeett. Iya bener bgt tuh hrs lower your expectation. Hihi..

    ReplyDelete

© Productive Mamas Blog