SLIDER

ANDRA ALODITA: LIVING PURPOSEFULLY


Yuk kenali lebih lanjut mengenai inspirasi dan keseharian Andra Alodita sebagai lifestyle blogger dan ibu dari Aura Suri...

  1. Hi Andra! Bisa ceritakan sedikit mengenai awal mula perjalanan karir kamu?

Dulu kuliahnya Desain Komunikasi Visual (DKV) di UPH. Gak kepikiran sih bisa seperti sekarang profesinya. Tapi waktu lulus kuliah aku memang gak mau kerja kantoran, sedangkan kebanyakan teman langsung kerja di agency. Akhirnya memutuskan untuk jadi photographer. Kerja selama 5 tahun sebagai photographer, dan 3 tahun terakhir fokus di pre-wedding dan wedding.

Lalu karena akhirnya ingin program bayi tabung, aku mau gak mau berhenti kerja. Proses bayi tabung memakan waktu yang cukup lama dan harus banyak istirahat, sedangkan pekerjaan jadi  wedding photographer cukup melelahkan. Kata dokter juga kondisi aku sudah cukup parah, dan recovery-nya memakan waktu yang lama, sehingga aku langsung memutuskan untuk stop semua project.

Nah waktu itu sempat bingung, bagaimana mengisi waktu atau aktivitas apa yang tidak melelahkan dan bisa dilakukan selama menjalankan program ini. Kebetulan memang aku punya blog dari tahun 2008 tapi jarang di update, dan dulu isinya hanya gallery foto secara abstrak saja tidak ada tulisan. Akhirnya untuk mengisi hari ya aku iseng review produk-produk yang aku sukai, dan cerita perjalanan sulitnya mempunyai anak. Dari situ ternyata banyak yang membaca dan mengikuti perjalanan program IVF aku. Lalu aku lanjutkan dengan menceritakan berbagai macam keseharian aku deh sampai sekarang. Setahun yang lalu juga diajak bergabung dengan Avenu bersama content creator yang lain.

Begitu kira-kira perjalanan karir aku sampai akhirnya sekarang kesibukanku mengurus anak, dan blogging.

  1. Apa saja sih perbedaan yang signifikan saat bekerja sebagai photographer dan menjadi blogger?

Saat menjadi photographer plusnya bisa menvisualisasikan ide-ide dan harapan para client. Minusnya adalah karena mengerjakan wedding, kalau weekend kerjanya bisa melebihi 8 jam. Bahkan terkadang bisa melebihi 12 jam, dan kalau sedang musim wedding, itu bisa beruntutan setiap weekend.

Kalau blogging gak ada minusnya menurut aku, karena aku sudah sangat menikmati profesi ini. Waktu flexible, bisa jalan-jalan, ngurus anak dan suami, plus ketemu teman-teman juga. Tantangan terbesarnya ya harus disiplin dan konsisten. Namanya sudah berkeluarga kalau weekend kadang penuh dengan acara, kadang suka tidak update karena kecapean, harus pintar-pintar membagi waktu.

  1. Apakah dulu memang niat menjadikan blog sebagai full time job?

Enggak sama sekali! Gak ada niatan untuk jadi blogger, karena kerja sebagai photographer juga sudah enak. Dulu juga gak nyangka kalau blogging akan bisa menghasilkan seperti sekarang. Tapi memang aku penikmat blog-blog orang. Dari dulu memang senang banget baca berbagai macam blog luar, maupun punya teman-teman sendiri.

  1. Apa yang biasa Andra lakukan kalau sedang uninspired atau mengalami writer's block?

Biasanya kalau sedang uninspired pasti memang sedang ada masalah sama diri sendiri. Either lagi stress, kecapean, terlalu banyak kerjaan dan sebagainya, sehingga gak punya inspirasi. Biasanya aku diam, mempelajari emosi tersebut, dan mengerjakan hal lain. Aku sempat 2 sampai 3 bulan tidak rajin menulis. Akhirnya cari hobi dan menemukan bahwa aku senang banget isi waktu dengan berkebun. Dari berkebun aku mendapatkan semangat lagi! Selain hobi, banyak keluar ketemu teman-teman juga bisa membantu menjadi mood booster.

Sebenarnya saat sudah makin kesini aku menyadari bahwa inspirasi itu gak perlu dicari. Inspirasi selalu datang dari mana saja, namun pada saat itu aura kita sedang tertutup saja. Tapi saat sudah kembali normal lagi, ternyata ide selalu ada dari dalam diri kita sendiri.

  1. Seberapa sering kamu meng-update blog dan Instagram, apakah itu ada jadwalnya atau sesuai mood saja?

Kalau blog seharusnya seminggu 3x, tapi sering kali urusan domestik yang menjadi prioritas. Karena Aura juga semakin besar, dan semakin demanding, terkadang seminggu sekali juga sudah cukup menurut aku, namun kalau lagi rajin bisa 4x seminggu.

Instagram sebisa mungkin setiap hari ya karena-kan itu lebih seperti microblog. Untuk Instagram memang aku lebih banyak yang berhubungan dengan pekerjaan. Kalau di blog aku tidak banyak terima pekerjaan, lebih banyak yang personal. Misalkan dalam sebulan ada 10 artikel, yang sponsored hanya 1-2 max. Aku sengaja membuat blog aku dengan sangat exclusive, sehingga dari blog orang bisa kenal Andra aslinya seperti apa.

  1. Bisa ceritakan 3 moment yang paling membanggakan atau accomplishment terbesar kamu selama menjadi lifestyle blogger?

Waktu beberapa tulisan aku jadi trend di Jakarta, seperti honey lemon shot, TTC journey dan bisa mendapatkan 2 award inspiring woman dari 2 brand yang sangat well-known.

Last but not least, saat apa yang aku tulis dapat bermanfaat untuk orang lain. Jadi kalau ketemu orang di mall misalkan ada yang bilang “Andra thank you banget karena artikel yang ini membantu banget, aku jadi begini…!” itu bahagia banget dengernya! Point pertama dan kedua yang aku mention tadi adalah bonus, tapi yang ketiga inilah core nya. Purpose aku dari menulis memang itu. Either itu cerita yang menginspirasi atau hanya berupa informasi, tapi bisa berguna untuk orang lain itu senang sekali. Sama rasanya seperti menolong orang, tapi lewat tulisan.


  1. Kalau boleh tau, adakah blogger yang menginspirasi kamu selama ini? Bisa disebutkan..

Banyak banget! Namun kalau dari teman-teman, aku selalu look up sama Diana Rikasari karena dia sangat amat konsisten, konsistensinya luar biasa. Disamping itu dia entrepreneur & creativepreneur yang hebat.

Kedua Harumi Sudradjat, karena tulisan-tulisan Harumi aku bisa menulis sesuai personality aku sendiri. Aku merasa Harumi itu orangnya apa adanya, jadi saat membaca tulisannya, aku dapat inspirasi untuk tidak usah jadi siapa-siapa deh kalau menulis, yang terpenting jadi diri kita sendiri aja. Harumi sama Diana have a big personality and stay true to themselves.

Sisanya aku memang hobi blog walking. Currently, favorit aku Caroline Joy tentang capsule wardobe, dan Cait Flanders, bagaimana cara dia bayar utang $ 33.000 dalam waktu setahun, dengan merubah lifestyle-nya jadi sangat sederhana. Sisanya baca blog temen-temen semuanya, semuanya menginspirasi buat aku.

  1. Menurut kamu, apa kualitas terpenting yang dimiliki seseorang yang ingin menjadi blogger yang sukses?

Pertama, harus suka dulu sama bidang yang ditulis, jangan memulai sesuatu karena ikut-ikutan. Kalau tidak suka dengan yang ditulis akan sulit majunya. Karena menulis dari hati akan berbeda sekali resultnya, dibandingkan menulis untuk uang ataupun menjadi terkenal. Menulis dari hati itu sudah paling baik. Sehingga memiliki passion terhadap apa yang kamu tulis itu sangatlah penting.

Kedua, konsisten dan disiplin. Banyak orang sering konsultasi ke aku, tapi belum mulai sudah kurang percaya diri. Misalkan bilang tulisannya jelek padahal belum dicoba. Menurut aku semua orang bisa menulis dan bercerita. Yang membuat sebuah tulisan itu bagus atau jelek itukan persepsi orang. Setiap orang memiliki kualitas yang berbeda-beda. Ada kok tulisan aku yang aku lihatnya bagus tapi ternyata gak mendapat respon apa-apa dari orang, ada yang sebaliknya juga, menurut aku biasa saja ternyata mendapatkan banyak respon. Bagus atau jelek itu relatif. Practice makes perfect. Yang bisa membuat orang sukses dan bisa bertahan adalah konsisten, disiplin, dan passion. Plus banyak berdoa tentunya.

  1. Apakah ada suatu ritual yang harus kamu lakukan setiap hari untuk membuat kamu happy?

Misalkan baru terkena macet kan rasanya suka membuat mood gak enak tuh. Pulang sampai di rumah aku cukup 15 menit duduk di sofa, selonjoran, sendirian, lalu diam, mindful, bersyukur, dan tersenyum. Cukup 10-15 menit sudah menjadi stress reliever aku.

Ini berhubungan dengan quotes yang sedang aku sukai akhir-akhir ini.. “What you need, you already have”. Kalau dipikir-pikir, aku sudah punya tempat tinggal, pekerjaan yang baik, dan keluarga yang sehat. Seringkali yang membuat kita merasa kurang terus adalah gaya hidup dan banyak membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Jadi konsumtif. Aku merasa oiya ya aku sudah punya semua. Dari situ aku lebih banyak menabung, stop belanja, dan beli-beli yg gak perlu. Lebih mensyukuri apa yang kita sudah miliki saat ini, dibandingkan apa yang kita inginkan. Be more with less.


  1. Nah sekarang kita mulai masuk ke topik motherhood. Bagaimana cara Andra membagi waktu dengan Aura dan pekerjaan?

Biasanya bangun tidur, kalau Aura belum bangun aku turun menulis jurnal. Kalau sempat juga nyicil mengerjakan kerjaan. Lalu setelah Aura bangun, aku buatkan sarapan untuk Aura dan suamiku. Setelah sarapan mandi, lalu main sama Aura.

Siang biasanya antar Aura ke sekolah 3-4x seminggu. Karena sekarang sudah ada mbak, aku gantian sama mbaknya untuk masuk ke kelas. Kalau sedang giliran mbak-nya, aku bisa me-time ngopi, baca buku, atau menyelesaikan kerjaan. Sampai rumah, Aura pasti cape dan tidur siang, aku either ikut tidur atau curi-curi waktu untuk kerja.

Malam biasanya habis maghrib itu aku sudah gak ngapa-ngapain. Jadi sudah nyantai, makan sama keluarga, atau nonton TV. Aku set working hours aku memang curi-curi waktu dari pagi ke sore. Kalaupun tiba-tiba feel inspired dan nulis setelah maghrib itu biasanya personal, gak pernah ngerjain kerjaan.

Dulu sih kalau mau tidur sering kerja, buka email, dsb, tapi ternyata gak efektif seperti itu. Karena jadi mood-moodan, suntuk, dan tidur juga kurang enak.

Sejak pindah ke rumah baru kami punya peraturan bahwa setiap ruangan ada fungsinya masing-masing. Jadi semua kerjaan hanya dikerjakan di ruang kantor aku dan suami di lantai 2. Ruang kantor untuk kerja, ruang tengah untuk aktivitas macam-macam, ruang kamar Zen. Di kamar tidak boleh bawa laptop, kerjaan, dan tidak ada wifi, karena kamar tempatnya untuk istirahat. Gak enak rasanya kalau bangun di kamar penuh tumpukan file, laptop dan kerjaan. Karena kami sama-sama freelance, kerjaan sebenarnya gak ada habisnya, kalau mau diikuti bisa saja 24 jam dikerjakan. Untuk suami juga aku batasi hanya boleh kerja sampai paling malam jam 10. Jadi kalau untuk aku, sebenarnya sehari efektif kerja 2-3 jam saja, tapi ya sangat amat fokus.


  1. Apa quality time yang paling senang kamu lakukan sama Aura?
Jalan-jalan sore di luar rumah saja udah senang sih kalau aku. Terutama Aura kuajarkan untuk menghargai makhluk hidup. Jadi Aura tidak suka mencabut tanaman dan senang bermain dengan hewan. Kalau sama papanya, Aura suka bantu melukis.

Untuk weekend, kami selalu sempatkan untuk bertemu keluarga besar, bermain dengan kakek neneknya. Sebelum tidur juga menurut aku quality time terpenting kita bertiga. Karena sedari Aura bayi, kami senang me-review seharian ngapain saja, sambil bercerita.

  1. What type of mom are you? Halus, galak, protective, atau santai?

Menurut aku santai, tapi kalau sedang tegas ya tegas banget. Namun banyakan santainya,.. Contohnya kalau Aura jatuh ya aku biarkan saja selama gak terlalu keras. Kalau di tempat umum juga gak yang harus nempel terus sama aku. Tapi ya aku beri tau di awal apa yang boleh dan tidak, dan dia nurut kok. Orang suka berfikir anak kecil kalau belum bisa bicara berarti tidak ngerti, padahal ngerti kok. Seperti di rumah, tangga aku gak pakai pengaman dan Aura gak pernah berusaha untuk turun kalau tidak ada orang. Dia juga gak pernah mencabuti tanaman aku, atau bermain-main dengan tanah yang ada di pot di ruang tengah, karena sudah dijelaskan dari awal.

12. Seberapa besar menjadi ibu merubah personality kamu?

Berubah sekali sih. Aku jadi jauh lebih sabar dan tidak panikan. Dulu suka mudah emosi, tapi sekarang lebih bisa memaklumi orang. Aku jadi tidak terlalu banyak ekspektasi dan tidak seambisius dulu. Aku jadi bisa mengatur emosi dan keseharian aku karena lebih dibawa santai sekarang. Hidup aku rasanya jadi lebih Zen, bisa memilah-milah energi dan lebih bisa menghargai waktu.

13. Ada lagi gak kira-kira tips yang ingin di share seputar motherhood?

Aku sering ditanya mengenai kok Aura bisa mudah sekali makan apa saja mau. Menurut aku ritual makan yang baik itu penting. Aku selalu biasakan Aura untuk makan bersama, dan gak ada baby food. Aura bisa dibilang mudah untuk dibawa kemana-mana karena tidak picky makannya. Ia selalu makan apa yang kita makan juga. Kalau aku lagi makan kwetiau ya dia ikut, aku makan nasi ya dia makan juga, dst.

Tentu ada sekali-kali dimana ia agak sulit makannya. Misalkan Aura sedang tidak mau disuapin, yasudah kita letakan makanannya nasi dan lauk pauk, dan kasih sendok garpu di depannya, memberikan kesempatan untuk ia coba sendiri. Ternyata betul, ia sedang mau makan sendiri saja dan lahap sekali. Jadi untuk aku, penting membiarkan anak explorasi, makan bersama kita, dan tidak membuatkan makanan yang berbeda dengan yang kita makan.



7 comments

  1. Sosok Alodita memang sangat menginspirasi. Junjungan banget!

    ReplyDelete
  2. Inspiring, bangga menjadi perempuan dan seorang ibu, jadi lebih semangat untuk positif dan bermanfaat...

    ReplyDelete
  3. My fave beauty and motherhood influencer Malo

    ReplyDelete
  4. Jadi making banyak tau tentang Andra,makasih udah meliput sosok yang sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  5. aku ada yang dilema ini..

    Aura tidak suka mencabut tanaman.

    nah, ini aku juga gitu maunya. tapi kalau main maska-masakan pake aer kan seru banget kalau pake daun sama bunga hahaha. jadi si Kami aku boleh mainan gitun, padahal kan nyabut taneman. wkwkwk. soalnya, masa kecil seneng bgt mainan masak-masakan kek gitu, apalagi di luar, kotor sama tanah pulang ke rumah bau keringat hahahaha sedeeeep! :D

    ReplyDelete
  6. Mom blogger favorit aku!

    Aku berharap suatu hari bisa ketemu sosok Alodita secara langsung, she's so charming dan apa adanya. Keep inspiring, Kak Alo! (:

    ReplyDelete
  7. menginspirasi sekali sharingnya ceritanya kak

    ReplyDelete

© Productive Mamas Blog