SLIDER

PENTINGNYA MEMILIKI PENGETAHUAN DALAM MENGELOLA KEUANGAN


Pada tanggal 17 December 2016 kemarin, saya dan Dio menghadiri peresmian Taman Literasi Keuangan Prudential di Taman Mataram yang merupakan program CSR dari Prudential Indonesia yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti dan Prestasi Junior Indonesia. Taman ini merupakan taman terbuka hijau yang nyaman, dimana ada berbagai informasi dan permainan edukatif mengelola keuangan. Menurut saya penting sekali bagi siapa saja untuk pandai mengelola keuangan, mau bekerja dibidang apapun juga, ibu rumah tangga, maupun anak-anak. 

Dulu saat sekolah dan kuliah saya berusaha keras menghindari yang namanya mate-matika. Tapi ternyata menjadi seorang ibu, penting sekali memiliki pengetahuan mengenai keuangan yang baik. Tidak dapat dihindari lagi bahwa ibu adalah manager keuangan di rumah tangga. Ibu harus pandai membagi antara belanja mingguan, uang listrik, air, sekolah anak, gaji art, dan menabung juga. Kerasa sekali awal-awal menikah, saat saya belum biasa memilah-milah dan membagi keuangan dengan baik, uang jadi cepat habis, alokasinya suka salah perhitungan, dan sebagainya. Akhirnya saya belajar sambil berjalan, dan makin kesini pengelolaan uang di rumah tangga lebih baik. Alangkah baiknya apabila semua pengetahuan tersebut saya anggap penting sedari dini.


Ngomong-ngomong sedari dini, sangatlah penting untuk anak diberi pengertian mengenai value dan cara mengelola uang dengan baik. Untuk Dio sih karena masih usia 3 tahun saya jujur belum banyak memberi pelajaran tentang uang yang detail seperti pengelolaan. Tapi hal simple seperti menabung, lalu bahwa ayahnya kerja keras agar kami dapat menjalankan kegiatan kami sehari-hari seperti sandang, pangan, papan, dan, sekolah. Begitu pula apabila saya kerja untuk membelikannya hiburan seperti buku dan mainan penting untuk dijelaskan sedini mungkin. Dulu saat kami merasa belum penting atau belum perlu menjelaskan hal-hal tersebut ke balita, anaknya jadi ‘menggampangkan’ dan tidak menghargai barang disekitarnya. Mainannya dengan mudah dirusak, dan tidak disimpan dengan baik. Namun saat ia lebih mengerti bahwa mainan itu dibeli dari hasil kerja mama ataupun papa, dan harus dihargai, iapun jadi lebih menghargai benda disekitar. Untuk usia dibawah 5 tahun sesimple itu ya memberikan pengertian tentang uang dan menabung. Namun kalau sudah lebih bisa diajarkan lebih mendalam lagi. 

Selain memberikan pengertian, kami juga suka bermain role play di rumah mengenai menabung, membelanjakan, mendapatkan uang dan mendonasikan. Sulit rasanya untuk usia 3 tahun mengerti konsep-konsep tersebut apabila hanya diucapkan dan dijelaskan dengan kata-kata. Kami bermain dengan pura-pura bekerja di kantor, pura-pura mnjadi bankir, atau sedang berbelanja bayar membayar. Dengan cara tersebut, anak jadi mengerti konsep mendapatkan uang tersebut,  menabung, dan mengeluarkan uang, walaupun belum dengan mata uang yang sesungguhnya.

Taman Literasi Keuangan ini memiliki konsep yang sama dengan cara saya mengajarkan di rumah, karena memakai papan warna-warni dan games yang menarik. Bagus sekali bahwa ada taman yang mengajarkan mengelola keuangan tersebut karena siapa saja dari berbagai macam kalangan dan background, bahkan anak usia 3 tahunpun perlu mengerti mengenai uang. Permainan yang ada di taman tersebut antara lain: Permainan Game Board Cha-Ching, Permainan Mencocokan Kartu Mengenai Asuransi, Signage Tips Pengelolaan Uang, dan Area Diskusi Terbuka.

Permainan Game Board Cha-Ching (bukan cacing ya ini, melainkan bunyi uang receh “cha-ching”) bertujuan untuk melatih individu untuk mengelola keuangannya dengan bijak. Jadi game-board ini menghadapkan setiap individu pada transaksi keuangan, lalu bisa dicatat di papan transaksi yang sudah disediakan. Untuk permainan mencocokan kartu, bertujuan agar masyarakat umum paham mengenai jenis-jenis asuransi dan asuransi sebagai salah satu jenis proteksi. Caranya mencocokan pertanyaan yang berkaitan dengan asuransi dengan jawaban yang sesuai. Permainan-permainan ini untuk usia Dio tentu masih sangat sulit, tapi karena ada berbagai macam gambar kartun yang lucu, Dio senang-senang saja melompat-lompat, memutarkan papan angka, atau melihat-lihat sekeliling. Untuk kelas 3 SD ke atas mungkin sudah mulai bisa diajak untuk bermain.

 


Ada juga 8 buah papan dengan tips pengelolaan uang yang tersebar diseluruh taman. Ini merupakan salah satu favorit saya karena to the point dan bahasanya mudah dimengerti. Papan-papan ini membantu peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manajemen keuangan yang bijaksana. Contohnya ada “Menabunglah minimal 10% dari total pendapatan yang diterima”, “Cara cerdas membelanjakan uang”, dan “Cara mengelola pendapatan”.  Tips-tips ini cocok buat para orang tua.   Konon, ini taman literasi keuangan yang pertama loh di Indonesia. 
  

Taman Literasi Keuangan Prudential di Taman Mataram ini memang cocok sekali untuk rekreasi keluarga, karena bersih, udaranya segar, bisa berolahraga dan bermain bersama anak sambil belajar. Yuk mumpung liburan kita kunjungi taman-taman di Jakarta!

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog