SLIDER

MENCEGAH DAN MENGURANGI TANTRUM PADA ANAK BALITA



Beberapa hari yang lalu, aku mendapat kesempatan untuk sharing seputar mencegah tantrum bersama Taman Main. Tantrum itu apa sih? Kalau menurut kamus adalah amarah dan frustasi yang berlebihan dan tidak bisa di kontrol oleh si anak. Kebetulan Dio memang tipenya cukup jarang tantrum, selain bawaan anaknya, menurut aku penting sekali menerapkan beberapa pencegahan sedari kecil.



Jadi aku perhatikan, tantrum paling sering terjadi kalau anak menginginkan sesuatu, terutama di toko mainan. Scenery toko mainan anak kalau weekend itu gak mungkin melewatkan 1-2 anak yang tantrum di lantai karena menginginkan sesuatu tapi gak diberikan oleh orang tuanya. Yang kami lakukan sama Dio adalah sedari bayi-pun tidak selalu membelikan mainan setiap berpergian. Jadi jatah untuk membeli mainan ya memang hanya sebulan sekali sampai dua kali max. Tapi bukan berarti kami gak masuk ke toko mainan lho. Kami tetap masuk tapi selalu mengkondisikan sebelum masuk bahwa hari ini kami tidak akan beli, hanya melihat-lihat. Karena sudah dibiasakan dari kecil untuk tidak selalu dituruti, sampai sekarang usia 3.5 tahun setiap kali masuk, ia sudah cukup senang dengan melihat-melihat dan gak pernah memaksa untuk dibelikan. Intinya bisa karena biasa.

Menjelaskan aktivitas yang akan dilakukan di hari tersebut, atau bahkan sedari malam hari sangat membantu pencegahan tantrum pada anak. Kenapa? Dipikir-pikir kita sebagai orang dewasa juga senang membuat planning hari atau dalam seminggu mau ngapain saja, karena kita senang kepastian. Sebenarnya gak beda jauh sama anak. Kadang ia 'kaget' dibawa ke keramaian atau ke lingkungan baru karena gak di kondisikan dulu oleh orang tuanya. Jadi yang sering saya lakukan ke Dio sehari-hari, terutama kalau ada rutinitas baru adalah dari malam hari sudah menceritakan apa yang akan dilakukan esok hari, kita akan kemana, ketemu siapa saja, melakukan aktivitas apa saja. Pengkondisian ini juga saya ulang di pagi hari sebelum berangkat. Jadi misalkan mau ke sekolah untuk pertama kalinya esok hari. " Dio besok akan mulai sekolah baru, nama sekolahnya Kepompong. Bangun paginya tersenyum ya, lalu makan pagi dan langsung mandi sama mama karena kita akan berangkat pagi. Di sekolah nanti akan ada ibu guru namanya tante Tini dan 4 guru lainnya, nanti Dio akan ketemu teman-teman baru ada 20 orang, ada yang perempuan dan laki-laki, tapi mama belum kenal juga nanti Dio kenalan ya. Di sekolah aktivitas yang akan Dio lakukan nanti bermain di luar bisa ayunan, perosotan, lari-larian, lalu akan masuk ke kelas juga untuk bernyanyi, menari dan makan siang, dst. Nanti mama akan tunggu diluar, dan menjemput lagi saat Dio sudah selesai bermain sama teman-teman". Kira-kira seperti itu. Kalau besoknya sekedar mau ke mall mau playdate-pun saya jelaskan nama tempatnya, ketemu tante siapa, nama anaknya siapa. So far selama ini cukup menenangkan untuk Dio, dan dikala-kala ada waktunya saya lupa memberi tau dan sedang terburu-buru memang kelihatan Dio lebih mudah cranky saat berpergian.


Memberikan aktivitas positif. Di rumah maupun saat berpergian dengan membawakan buku dan mainan yang menarik. Kadang tantrum itu terjadi juga kalau anak bosan dan bingung mau melakukan apa. Untuk inspirasi aktivitas bisa dilihat disini.

Give extra time to prepare. Jadi misalkan kita mau berangkat dari rumah jam 7, ya jangan baru bangunkan anak 6.30, kita bangunkan sekalian 5.30 atau jam 6 mungkin masih cukup ya tergantung anaknya. Dimana si anak tidak di buru-burukan dan bisa santai. Karena memburu-burukan anak, selain membuat anaknya cranky, membuat kitanya juga cranky, lalu mood-nya jadi sudah gak enak seharian deh.

Kalau anak misalkan sudah terlanjur cranky atau tantrum, cara paling efektif adalah memberikan opsi yang bisa di measure. Jadi misalkan nih di malam hari Dio itu sulit sekali tidur, maunya main terus-terusan, kalau disuruh tidur akan marah-marah karena hanya mau main saja. 10 menit sebelum waktu mainnya habis saya akan bilang "Dio boleh main mobil-mobilannya satu putaran kamar ini lagi ya, setelah itu cukup. Atau jarum panjang di angka 12 dan jarum pendek di angka 9 semua mainan sudah harus dibereskan. Atau kita baca 1 lembar lagi setelah 1 lembar kita gosok gigi untuk siap-siap tidur". Begitu pula dengan main gadget dan menonton film, sebelum film mulai, saya sudah membuat perjanjian bahwa hanya boleh 1 film saja hari ini. Jangan baru bilang di akhir saat filmnya sudah mau selesai. Kebetulan Dio tidak main gadget sama sekali, tapi untuk yang anaknya main, batasi konsumsi gadget berlebihan dan buat aturan yang jelas dari awal. Apakah hanya 1 games, atau 2 video musik, dst. Karena sering kali gadget juga menjadi sumber tantrum anak. Jadi berikan sesuatu yang bisa dilihat atau measure oleh anak.

Last but definitely not least, persamaan cara mendidik antar pasangan yang KONSISTEN (dan kalau bisa orang di sekitar, termasuk mbak, nenek dan kakek). Jadi saya sering dapat curhatan dari teman yang menyatakan "Lah lo enak suami punya cara didik yang sama, kalau gw udah gak bolehin beli suatu mainan, nanti bapaknya kalau denger nangis kasihan beliin!". Nah ini a BIG NO NO, karena ini memberikan efek yang membingungkan untuk anak, dan membangun efek tantrum tadi. Si anak tanpa sadar membangun mindset "wah papaku kalau aku nangis pasti beliin mainan, yaudah aku nangis aja terus..". Untuk orang sekitar seperti nenek kakek akan sulit sekali di kontrol tentunya, tapi kalau bisa lebih baik lagi. Kalau memang tidak bisa, yang penting antar pasangan WAJIB satu visi dan misi. 


Jadi kira-kira begitu tips yang berhasil untuk anak saya. Saya yakin setiap anak berbeda ya, jadi mungkin approach yang diambil bisa berbeda-beda. Nah apa ada mama yang mau menambahkan? Cara-cara yang efektif untuk mencegah tantrum pada anak? Boleh ya di share di komen!

2 comments

  1. Hai Mama Dio, kenalin aku Bunda Gio hahaa nama anak kita beda tipis :D
    Thank you for sharing, bermanfaat bgt buat aku dan suami nih.. sbg reminder jg sih point2 diatas. Tambahan palingan kalo ikut2 kegiatan kami, biasanya Gio kami bawain bekal berupa biskuit2 dan susu uht kesukaaanya. Perut kenyang mencegah ke cranky-an nya ��. Sama juga bawain buku stories favoritnya supaya ga bosen.
    Itu aja paling, glad to share :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Bunda Gio! Salam kenal ya! Wah iya bener tuh, aku lupa tulis. Kalau berpergian harus bawa cemilan juga ya,, karena asal kenyang pasti tenang, hihii. Thank you for sharing! :D

      Delete

© Productive Mamas Blog