SLIDER

ATHLETICS FOR KIDS WITH FUNLETICS


Sudah sebulan terakhir ini, Keona dan Kelana mengikuti kelas Funletics setiap Sabtu pagi di Samba Futsal, Pejompongan. Dengan berbasis pada gerakan dasar atletik, yaitu lari, lompat dan lempar, Funletics menciptakan banyak games dan aktivitas yang sangat dinikmati anak-anak, sehingga menurut saya worth sharing. Kegiatan ini diawasi oleh coach Kirana, yang merupakan seorang guru olahraga di salah satu sekolah International dan atlit hockey Indonesia. Bersama dengan teamnya, coach Kirana merancang kegiatan di kelas Funletics sehingga sangat menyenangkan untuk anak-anak. Bukan hanya itu, mereka juga mempunyai report card untuk mencatat perkembangan setiap anak dari pertama mengikuti kelas sampai pada program berakhir.

Hari pertama mengikuti Funletics, satu-satunya tantangan adalah melawan rasa ngantuk. Karena kelasnya dimulai cukup pagi yaitu jam 8 – 10 agar bisa mendapatkan udara segar dan tidak terlalu panas.  Kami sengaja berangkat lebih pagi agar bisa sampai lebih awal. Dengan begitu anak-anak jadi punya lebih banyak waktu untuk mengenal area latihan dan juga para coach. Hal ini sangat penting karena banyak sekali anak-anak yang telat datang dan jadinya malah mogok latihan karena mood-nya belum enak dan butuh waktu untuk adaptasi.  Sesampainya disana anak-anak langsung semangat melihat lapangan yang luas dengan berbagai alat peraga yang sudah disusun oleh para coach untuk membantu proses latihan. Tepat jam 8 latihan dimulai dengan pemanasan berlari mengitari lapangan. Para coach yang sangat ramah berhasil membuat anak-anak mau berlari sesuai dengan jalurnya dengan cara yang menarik dan tidak membosankan. Sehabis itu latihan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan seperti melempar bola ke dalam hoops, berlari haling rintang, memindah-mindahkan cones, melompat diantara balok warna dan lain lain. Di tengah-tengah kelas Kelana sempat berhenti karena sudah capek dan memilih untuk duduk di pinggir lapangan sambil menyusun cones. Tetapi pada saat pendingingan dengan yoga, dia kembali excited untuk ikutan dan menyelesaikan latihannya.

Minggu kedua, peserta yang datang makin banyak sehingga jumlah coach pun ditambah. Pada minggu ini juga diadakan semacam seleksi untuk mengelompokkan anak-anak agar nantinya latihan lebih efektif sesuai dengan kelompok usianya. Selain melihat usia, seleksi juga dilakukan dengan melihat kemampuan motorik kasar anak dan kemampuannya untuk menerima instruksi. Pada akhir latihan, coach Kirana menyampaikan bahwa Keona sudah bisa masuk ke kelompok usia 6-8 tahun, sementara Kelana dan Dio masuk ke kelompok usia 3-5 tahun. 

Latihan pada tiap kelompok ini dibikin berbeda dan di lead oleh coach yang berbeda pula. Kelompok umur 6-8 tahun tentunya mendapat latihan yang sedikit lebih serius dan menantang. Terdiri dari banyak games yang membutuhkan kordinasi tubuh dan juga kerja sama antar anak-anak. Kelompok 3-5 tahun latihannya lebih sederhana tetapi tentunya tetap menantang untuk anak-anak tersebut. Keona sangat menikmati setiap sesi latihan walaupun dia termasuk paling muda di tim-nya. Saya bisa mengamati ternyata dia cukup kompetitif dan selalu semangat untuk menyelsaikan semua latihan yang diberikan. Berbeda dengan kakak-nya, Kelana cenderung moody dan belum bisa fokus dalam waktu lama. Tapi ternyata rata-rata teman di kelompok umurnya juga sama. Jadi coach di kelompok umur 3-5 tahun ini memang perlu kerja lebih keras dan extra sabar untuk berulang kali memanggil anak-anak yang kabur-kaburan.

 

Minggu ketiga adalah minggu terakhir sebelum libur lebaran, kita datang agak telat karena semua kesiangan. Tetapi karena sudah akrab dengan suasananya, begitu turun dari mobil anak-anak langsung berlari ke lapangan dan semangat ikut latihan. Kelana menunjukan perkembangan yang bagus sekali, dia bahkan kali ini bisa menyelsaikan latihannya sampai akhir sesi. Dia pun tampak lebih kooperatif dengan coach-nya dan mau melakukan semua latihan yang diberikan. Bahkan setelah selesai, sangat sulit untuk mengajak anak-anak pulang. Karena mereka masih asik main bersama teman-teman barunya.

Sehabis libur lebaran kira-kira tiga minggu, anak-anak kembali latihan. Latihan di minggu keempat ini juga merupakan latihan terakhir mereka. Karena liburnya cukup lama, mereka kembali butuh waktu untuk menaikkan mood-nya sebelum mulai latihan. Kelana pun kembali kurang fokus dan malah tertarik untuk ikut kelas kakak-nya, lalu istirahat sebelum sesinya berakhir. Kalau Keona tetap semangat dan bisa keep-up dengan teman-teman yang lain walaupun sudah lama tidak latihan. Setiap anak memang beda ya dan tidak bisa dipaksakan. Bisa jadi karena perbedaan usia tapi bisa juga memang karena mereka berbeda interest. Tapi dengan mengikuti kelas Funletics ini saya jadi bisa lebih memahami ketertarikan mereka. Para coach pun sangat membantu untuk menceritakan tentang bagaimana latihan hari itu dan bagaimana perkembangan masing-masing anak pada tiap akhir sesi. Rasanya sedih juga ya kelasnya sudah berakhir. Apalagi buat Keona yang tampak sangat tertarik dengan latihan fisik semacam ini. Sepertinya saya mempertimbangkan untuk kembali mendaftarkan Keona di kelas Funletics selanjutnya. 

Mengikuti kelas Funletics adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, bukan cuma buat anak-anak tetapi juga buat orang tua. Selain banyak mengenal teman baru, anak-anak juga jadi bisa mengenal latihan dasar atletik yang tentunya sangat penting untuk pertumbuhan fisik mereka. Untuk melihat informasi lebih detail dan juga foto-foto kegiatannya, nonton video ini di PM You Tube channel (jangan lupa subscribe!), atau bisa langsung follow Instagram @funletics . Oiya, bulan depan mereka juga akan mengadakan moving class di Bohemian Summer Fest Bazaar by AgendaJkt di The Space, Senayan City, tanggal 9 September 2016. Anak-anak yang ikut akan langsung mendapatkan kesempatan untuk mengikuti free-trial dan juga memenangkan hadiah dan voucher untuk ikut kelasnya lho. Jangan lupa segera daftar ya karena limited hanya untuk 15 anak saja. Let's go have fun with athletics, because outdoor is essential! (by: @Irnay)

1 comment

  1. Wahh seruu... ga sabar deh bawa Rafasya nyobain juga..

    ReplyDelete

© Productive Mamas Blog