SLIDER

NOW IN SEASON AUSTRALIA - MELBOURNE MARKET


Super excited saat mendapat email dan diundang oleh The Victoria Government untuk launching campaign terbarunya yang bernama Now in Season, Australia. Selain merupakan suatu kehormatan, saya dan suami kuliah di Melbourne selama 3 tahun, dan Melbourne merupakan salah satu kota favorit kami! Suasananya, makanannya, dan, public transport-nya. Apalagi untuk yang mengikuti blog atau Instagram saya pasti kalau keluarga saya memiliki antusiasme tinggi akan healthy lifestyle, dan tidak pernah skip makan buah setiap harinya. Event ini memperkenalkan buah-buahan import dari Melbourne yang sedang panen di musim ini yaitu Plum, Nectarine, Berries, Stonefruits, Table Grapes, Apple, dan Pear. Banyak sekali fakta mengenai buah-buahan yang saya baru ketahui saat mendatangi event Melbourne Market ini. Yuk kenali lebih dekat mengenai buah-buahan Australia! 

Acara dibuka oleh MC yang bertanya jawab dengan Brett Stevens, Commisioner dari Victoria di Indonesia. Disini Brett menjelaskan bahwa cuaca dan udara di Australia sangatlah bersih, maka dari itu pertanian di Victoria memiliki standard yang tinggi. Buah-buahan di Australia ini bukan hanya aman di konsumsi, sehat, dan manis, namun regulasi-nya yang sangat ketat menjamin produk-produk yang digunakan dalam menanam sangatlah aman dan memiliki kualitas yang terbaik.


Salah satu poin lagi yang paling penting yang diceritakan oleh Brett adalah, Australia memiliki keunggulan lokasi yang sangat dekat dengan Indonesia. Sehingga, waktu shipping antara Melbourne dan Jakarta tidaklah lama. Menggunakan shipping container, sekitar 6 hari sudah bisa sampai di Jakarta. Namun produk-produk dari negara lain bisa memakan waktu 3-4 minggu bahkan kadang berbulan-bulan. Keuntungan dari shipping time yang pendek ini adalah, petani-petani di Victoria dapat menunggu buahnya sampai benar-benar matang atau yang biasa kita bilang matang pohon. Beberapa jenis buah, begitu sudah dipetik dari pohon tidak akan bisa lebih manis lagi. Itu mengapa buah-buahan Australia sangatlah manis. Lebih lama dipohon juga membuat buah memiliki nutrisi yang tinggi. 

Mendengarkan penjelasan dari Brett Stevens ini membuat saya banyak berpikir. Saya tipe orang yang selalu membaca ingridients dibalik semua produk, dan sebisa mungkin gak membeli makanan dalam packaging untuk menghindari pemanis buatan, pengawet dan sebagainya. Occasionally tentunya ada cheat day, tapi sebisa mungkin saya sangat menjaga apa yang saya dan keluarga saya konsumsi. Namun selama ini belum pernah kepikiran mengenai shipping time ini, dan setiap beli produk juga tidak terlalu memperhatikan dari mana asalnya. Asal sama-sama buah, atau sama-sama sayur ya main ambil saja. Yang penting fresh produce. Tapi ternyata dibalik itu banyak faktor juga yang harus menjadi pertimbangan ya. Sehingga semenjak mendengarkan penjelasan tersebut, jadi concern juga. Baru tau kalau banyak fresh produce itu berada diperjalanan bisa sampai berbulan-bulan. Berarti mulai sekarang ada baiknya kita mengetahui dari mana bahan pangan kita berasal!

Belum selesai disitu, bincang-bincang dilanjutkan oleh Jansen Ongko, seorang Nutrition Consultant. Ia bercerita, menurut Departemen Kesehatan, konsumsi buah di Indonesia sangatlah rendah. Anjuran untuk memakan buah dalam sehari adalah 400gram, namun rata-rata orang Indonesia hanya mengkonsumsi sekitar 100gram. Padahal serat sangatlah penting untuk tubuh kita! 

Jansen juga memberikan tips dalam memilih buah yang ingin dimakan. Selain memperhatikan dimana buah tersebut ditanam, memperhatikan warna buah juga penting. Kalau kita tidak memiliki pengetahuan akan nutrisi dari setiap jenis buah, cara yang paling mudah adalah memilih warnanya. Dalam sehari, disarankan untuk mengkonsumsi 3-4 warna buah yang berbeda karena setiap warna memiliki manfaat gizi serta nutrisi yang berbeda-beda dan semua penting untuk tubuh kita.

Melanjutkan kata Brett mengenai buah yang matang pohon tadi, Jensen menambahkan bahwa buah-buahan yang belum matang secara sempurna, vitamin, mineral dan karbohidratnya-pun belum sepenuhnya terbentuk. Buah-buahan dengan masa shipping yang lama, memiliki tambahan pengawet didalamnya. Hal ini merupakan fakta karena, Jensen sering kali melakukan sidak dengan Departemen Kesehatan, dan buah-buahan import dengan lokasi yang jauh dari Indonesia memiliki kandungan pengawet yang berlebihan. Untuk menghindari hal tersebut, kenali betul negara asal buah-buahan yang kita beli karena higienitas sangatlah penting. Kalau memang khawatir sekali akan pestisida dan pengawet tersebut, jangan lupa selalu mencuci dan menggosok kulit dari buah-buahan yang mau dimakan.  

Banyak sekali informasi bermanfaat yang di share oleh Brett Stevens & Jansen Ongko. Belum lagi, variasi buah-buahan Plum, Nectarine, Berries, Stonefruits, Table Grapes, Apple, dan Pear disulap menjadi hidangan yang lezat oleh Chef Yuda Bustara! Simple-simple resep yang di share, namun karena bahan-bahannya yang fresh, rasanya sangatlah enak dan bernutrisi tinggi! Disini aku share ya salah satu resep favorit aku:

Australian Peach with Rocket and Buffalo Mozzarella Salad by Chef Yuda Bustara
  • 3 Australian Peach
  • 100 gram Australian Grapes
  • 3 Cangkir Daun Roket
  • 2 Buah Buffalo Mozzarella
  • 1/2 Cangkir Daun Basil
  • 60ml Extra Virgin Olive Oil
  • 2sdm Balsamic Vinegar
  1. Oles Nectarine dengan olive oil dan grill sampai kecoklatan
  2. Campurkan semua bahan kecuali olive oil dan balsamic lalu sisihkan
  3. Kocok olive oil dan balsamic di mangkuk kecil, berikan garam merica dan taburkan
Rasanya itu segar sekali, karena manis dari Peach dan Nectarines really complements the bitterness of the rockets dan kegurihan dari mozzarella. Yum! Gak semua orang akan suka sih suka rockets karena agak pait, tapi perpaduan seluruhnya dengan drizzle olive oil itu benar-benar pas dan enaaak banget. 

Some of the photos in this article are courtesy of pretty mama: Alodita
Selain itu ada juga hidangan Baked Australian Pear with Creme Anglais-nya juga enak banget! Karena di dukung sama Australian Pear yang manisnya luaar biasa. Gak melebih-lebihkan, but that was probably the sweetest pear that I’ve ever tasted in my life. Would definitely buy it over and over again. Such a great event and knowledge sharing! Gimana kalau mama, ada yang sudah pernah makan buah-buahan dari Australia? What do you think? Boleh share di komen ya!

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog