SLIDER

PHUKET WITH 8 MO BABY (& LE MEREDIEN PHUKET REVIEW)

  • 28 April 2016


Another throwback to our family holiday! We go way waaaaaay back for this one. Kami berlibur ke Phuket sebenarnya dalam rangka Baba Dipta ada training. Saat itu Dio masih berusia 8 bulan, di bulan Desember 2013. Honestly, menurut saya Phuket bukan merupakan liburan keluarga yang ideal untuk yang memiliki bayi. Kecuali ingin menikmati hotelnya saja, kaya kami kemarin, ya rasanya 11-12 lah dengan Bali.

Alhamdulillah dapat tempat training suami di hotel yang nyaman dan gak masalah kalau gak keluar sama sekali. PENTING! Karena akan ditinggal dari jam 9.00 pagi - 5.00 sore hanya berdua dengan anak kalau hotelnya gak enak bingung juga mau ngapain. Waktu itu kami menginap di Hotel Le Meredien Phuket. Super recommended untuk yang pergi bersama keluarga! Downside-nya menurut saya adalah lokasinya yang jauh dari pusat dan bentuk exterior gedung dan pemilihan warna hijaunya kurang bagus. Penting gak ya, warna hijaunya? haha.. Soalnya jujur sempat membuat saya sedikit ilfeel saat melihat foto-fotonya, namun jangan khawatir, fasilitasnya oke banget dan cocok untuk keluarga yang ingin bermalas-malasan di hotel. Karena memiliki kids clubSPA, private beach, kolam renang, tempat olahraga seperti mini golf dan tennis court. Restoran-nya juga enak, dan ada gajah yang suka jalan-jalan di pantai-nya. 

Tapi untuk yang berniat akan sering jalan-jalan, bisa mencari hotel yang lebih accesible. Yang lebih dekat dengan pusat perbelanjaan dan restaurant-nya. 

Nah disini saya ceritakan keseharian saya dan Dio saat di Phuket waktu itu. Dimulai dari pagi hari kami sarapan bersama by the pool, variasi sarapannya cukup oke. Not the biggest or the best buffet, tapi enak-enak, suasananya menyenangkan dan variasinya cukup banyak. Selesai sarapan kami berpisah, karena suami harus ke ruang training. Sehingga dari awal turun, saya biasanya sudah lengkap dengan stroller, tas Dio (isi minum, cemilan, baju ganti, baju renang, sunblock, topi), bawa handuk, dan pakai baju renang di dalam. jadi saat Baba-nya berpisah ke ruang training, saya bisa lanjut dengan berkeliling bersama Dio, mumpung pagi matahari masih bersahabat. 

Untuk hari pertama kami keliling, melihat-lihat fasilitas, dan main pasir sebentar.  Karena saat itu usia Dio masih 8 bulan, saya ingat banget gak berani lama-lama main pasirnya kalau cuman berdua karena pasirnya ia pakai untuk membalur seluruh muka atau dimasukan ke dalam mulut! Setelah main pasir, kalau kelihatan Dio mau main air, ya kami berenang sebentar. Kolam renangnyaa besar sekali! Tapi kami mojok di kolam cetek aja, karena lupa bawa ban. Dio juga banyak saya gendong-gendong karena waktu itu belum bisa jalan, walaupun sudah bisa berdiri kalau pegangan. Setelah selesai bermain air, kami naik ke kamar untuk istirahat. Agak repot sih memang, gendong basah-basah sambil bawa stroller, tapi yasudahlah ya, yang penting anaknya happy. 

Oiya! Foto-foto dibawah ini diambil saat Baba belum mulai kerja atau sudah selesai kerja, namun saat sedang kerja ya kami gak ada foto ber2 soalnya gak ada yang fotoin, lalu ribet nyusuin, ganti popok, dan sebagainya..haha.



Untuk makan siang kalau malas turun kami pesan room service karena biasanya Dio pasti tertidur karena cape main. Namun kalau Baba-nya sedang tidak sibuk, kami makan siang bersama di restaurant bawah. Restaurant-nya cukup lengkap, ada Japanese, Thailand, Italian, dan 5 restaurant lainnya yang saya agak lupa namanya karena sudah lama sekali. Tapi mumpung di Thailand kami selalu makan di resto Thailand-nya yaitu Wang Warin. Makanannya enak-enak, tapi ya namanya di hotel jadi harganya mahal. Mungkin kalau cari makan di luar, dengan makanan yang sama enaknya bisa separuh dari itu harganya. Tapi secara hotelnya jauh dari mana-mana, jadi pilih yang aman saja. 

Setelah makan saya saya Dio bermalas-malasan dulu di kamar. Bangun dari tidur, kami lanjut bermain di Kids Club. Sebenarnya untuk anak diatas 2 tahun (kalau gak salah), sudah bisa ditinggal lalu dijemput sore hari. Jadi kalau mama-nya mau SPA atau berenang-berenang sudah bisa. Namun waktu itu Dio masih terlalu kecil, jadi saya temani main di dalam. Lebih enak santai di dalam Kids Club dibanding di kamar, karena saya tidak harus melotot setiap saat. Kalau di kamar takut manjat, kepentok, atau jatuh. Karena saat itu Dio sudah pegangan mau berdiri, dan sudah bisa merembet, tapi belum lancar jalannya, jadi lagi lumayan heboh pergerakannya. Kalau disini enaknya, Dio bisa explore sendiri permainan-permainannya sampai 3 jam lebih. Yeay! Sampai akhirnya Baba pulang deh jam 5 sore. 


Saya berdua dengan Dio hanya bertahan 2 hari karena hari ke-3 kami disusul oleh orang tua suami, yaitu eyang dan atuknya Dio. Mereka mengajak untuk ikut tour ke Phi Phi Island dan honestly aku sangat TIDAK MENYARANKAN MEMBAWA BAYI! Why? Kapalnya itu 2 tingkat dan senderan-nya bolong sehingga serem banget kalau sampe anaknya jatuh ke laut, jadi WAJIB bawa baby carrier supaya anaknya gak kemana-kemana. Waktu itu aku ikut tour yang biasa yang ramai-ramai sama orang lain dan suamikan gak ikut karena kerja. Untuk turun dari satu pulau ke pulau lain itu sebagian besar gak ada dermaga-nya jadi harus loncat-loncat, anaknya dioper-oper atau harus jalan di air yang tingginya setengah badan (stress!!). Aku gak tau sih lebay atau enggak, tapi mungkin karena gak ada suami, aku gak merasa aman. Kebiasaan kalau jalan-jalan selalu ada suami, jadi pas gak ada langsung ketar-ketir. 

Kalau ikut tour ke Phi Phi juga biasanya ada kayaking atau berenang di laut yang gak akan bisa kalian lakukan kalau membawa bayi. Jadi kalau gak mau stress, mending gak usah dulu ikut ke Phi Phi Island, tunggu sampai anaknya 4 tahun baru lumayan enak. Pemandangannya memang indah sih, jadi worth it kok kalau cuman dewasa saja atau anaknya sudah besaran.


Disini aku mau share benda-benda yang aku bawa untuk Dio (8 Bulan) saat ke Phuket:

  • Gendongan bayi (WAJIB)
  • Sunblock bayi
  • Makanan bayi dalam jar (aku bawa banyak jar heinz/gerber, karena gak bawa blender)
  • Buah-buahan (optional sih, bisa beli di supermarket disana. Tapi aku selalu bawa pisang in case anaknya lapar)
  • Kotak makan kosong & cutlery 
  • Baby snacks (penting untuk ngemut-ngemut di pesawat kalau kupingnya sakit)
  • Diapers (sehari Dio pakai sekitar 6-8 diaper jadi dikali hari berpergian)
  • Topi
  • Kacamata bayi
  • Stroller (Hanya dipake didalem hotel dan di airport akhirnya, tapi menurut aku tetap perlu bawa, karena berguna saat sendirian)
  • Baju renang anak dan ban
  • Baju sleveless / kaos & celana santai harus cukup (jangan bawa kemeja-kemeja lengan panjang karena panas dan gampang keringetan)
  • Deterjen bayi (baju akan sering basah, kena pasir, ketumpahan makanan, dan kalau gak langsung dibilas suka bau)
  • Bawa jaket pake hoodies (untuk malam atau kalau lagi hujan lumayan dingin)
  • Payung lipat (kalau musim hujan) 
  • Breastfeeding apron (untuk yang gak menyusui, bawa formula & bottle)
  • Botol air
  • Minyak telon & kayu putih (optional)
  • Shampo dan sabun bayi
  • Obat-obatan secukupnya (tempra, thermometer, insect repellant, etc)
So in conclusion, kalau ke Phuket sama bayi di bawah 2 tahun, tujuan kamu lebih baik untuk relax bukan jalan-jalan. Tapi itu pengalaman aku sih, mungkin karena banyak ditinggal suami kerja juga.. Kalau ada yang mau menambahkan list barang bawaan, atau share pengalaman saat ke Phuket feel free to share it in the comment below!

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog