SLIDER

EKSPLORASI EMOSI ANAK DENGAN 'INSIDE OUT' PLAYDOUGH



Niat awal buat playdough ini sebenarnya mau membuat karakter dari film 'Inside Out'. Namun along the way sepertinya gagal, karena gak memperhitungkan macam-macam faktor. Walaupun gagal, tapi masih bisa dikreasikan menjadi 3 step permainan yang menyenangkan. Playdough warna ini  menarik sekali untuk eksplorasi emosi anak. Tidak harus menggunakan playdough sih, bisa menggunakan pompom, ice cream stick, atau apa saja yang warnanya sama dengan tokoh karakter di Inside Out.

Cara membuat playdough-nya juga mudah, bisa dilihat disini. Cukup dengan perbandingan 2:1 antara tepung maizena dan conditioner, dan beri pewarna sesuai dengan warna Joy (kuning), Anger (merah), Sadness (biru), Disgust (hijau), dan Fear (ungu). Jadi 3 step untuk bermain playdough warna ini adalah sebagai berikut:

1.Saat pertama kali membuat bersama anak, tidak perlu masukan pewarna makanan dulu. Bisa free play dengan main remas-reman juga dicetak-cetak.

2.Kalau anak sudah mulai bosan, playdough tersebut bisa diberi warna sesuai karakter Inside Out. Boleh juga diberi mata-mataan dan mulut pakai spidol agar lebih maksimal. Nah disini kita bisa quality time dengan anak. Playdough warna-warni ini bisa dijadikan ajak untuk mengobrol dan menggali perasaannya. Dio usianya sudah 3 tahun jadi sudah cukup mengerti saat menonton film, kalau Sadness itu sedih, Anger itu marah dan seterusnya. Jadi saya akan memberikan Dio pertanyaan-pertanyaan random, nanti Dio akan menjawab dengan mengambil bola playdough yang paling cocok dengan perasaannya.

Contoh pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:
Mama: Kalau ke sekolah Dio merasakan apa?
Dio angkat warna kuning sambil tersenyum, dan bilang "Dio seneng ke sekolah ketemu tante (gurunya), sama Ragatta, Kava, Kenzi .... "

Mama: Kalau meliat kecoa?
Dio angkat warna hijau, trus memasang muka geli.. Lalu ambil yang warna ungu juga katanya ini untuk mama, kan mama takut kecoa.. Hahaha

Mama: Kalau naik pesawat?
Dio angkat warna kuning, katanya senang jalan-jalan. Dio kepingin jalan-jalan lagi Mama

Mama: Kalau makan brokoli?
Dio angkat warna hijau lagi, katanya enggak suka. (Sejak usia 2 tahun tiba-tiba Dio anti sama yang warna hijau, padahal dulu suka-suka aja makan sayur..huhu)

Banyak sekali sih pertanyaan yang aku berikan sama Dio, kapan-kapan mau coba direkam ya supaya lebih jelas. Tapi so far seru sih, karena kadang aku suka bingung juga mau ngobrol apalagi sama Dio kalau sudah selesai baca buku. Secara hampir seharian sama-sama terus ya. Dengan begini anak bisa lebih terbuka dengan perasaannya, kita juga dapat mengenal anak lebih baik. Apa yang sebenarnya ia suka, apa yang tidak, apa yang ia takut, dan sebagainya.

3. Di hari ke 3 rencananya saya ingin kasih mata-mataan tapi ternyata bola-bola playdough-nya lupa disimpan di tupperware tertutup jadi kering deh seperti di foto... Namun masih bisa dimainkan kok. Suruh anak hancurkan semua, remas-remas. Jadi berubah texture deh, seperti pasir warna warni. Sehingga, disimpan 3 hari masih bisa dipakai untuk sensory play.


Jadi setelah bermain jangan langsung dibuang ya!

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog