SLIDER

FUN ACTIVITIES WHEN STUCK IN A HOTEL WITH A TODDLER (BALI)

Hello mommies! Ingat gak sekitar beberapa bulan lalu, saya pernah sharing mengenai nature play saat sedang liburan di Bali? Nah akhirnya setelah mencuri-curi waktu dimana Dio sedang tidur siang dan di malam hari, berhasil juga menulis blogpost ini! Saya ingin sharing pengalaman jalan-jalan ini, karena lumayan sering dapat pertanyaan dari teman-teman. Selain itu bisa menjadi ide bagi para mama yang mau jalan-jalan mengikuti suami kerja seperti saya. Kebetulan suami (alhamdulillah) cukup  sering mendapatkan pekerjaan diluar kota. Jadi sudah dari Dio usia 4 bulan  saya dan Dio sering mengikuti baba untuk business trip, sekalian liburan. Saya yakin banyak juga para mama yang suka berada di situasi yang sama seperti saya. Harus menghibur anak di dalam hotel saja dari jam 9-5 sore, saat para ayah sedang bekerja. Dulu sayapun suka bingung mau ngapain, sedangkan kalau bawa 'peralatan tempur' alias mainan yang super banyak juga berat-beratin tas. Tapi sejalannya waktu, jadi lebih kreatif ya menghadapi anak di situasi seperti ini, berikut perjalanan seminggu di Bali kemarin.

Saat memilih hotel, kalau memang sudah tau akan seharian bersama anak tanpa bantuan suami atau orang lain, pilihlah hotel yang dekat aksesnya dari mana-mana (alias bisa jalan kaki ke tempat makan atau toko-toko), apabila tidak memungkinkan, pilihlah hotel dengan fasilitas yang lengkap. Saya selalu memastikan hotel tersebut memiliki kids club yang tidak berbayar, playground, kolam renang, dan pantai menjadi additional points! Kalau memungkinkan, telfon in advance untuk mendapatkan kamar yang dekat aksesnya dari hiburan utamanya (misalkan dekat dengan kolam renang, kids club atau tempat breakfast). Kalau tips-tips yang seperti diatas pastinya mama sudah sering denger kali ya, sehingga saya mau langsung ceritakan pengalaman liburan kemarin. 

Jadi saya dan Dio menemani Baba Dipta (ayahnya Dio) Oil & Gas Conference di Nusa Dua dari hari Selasa-Kamis, lalu karena tanggalnya pas, Baba sekalian ikut Triathlon di hari Minggu. Total hari kami ada di Bali adalah Senin-Minggu.  

Karena tau liburan ke Bali pasti ketemu sama yang namanya pantai, jadi jangan lupa membawa sunblock, serokan dan ember untuk main cetak mencetak di pasir. Dari pada sepotong-potong langsung saya list dibawah ya bawaan saya untuk Dio selama pergi 7 hari 6 malam di Bali:

  • 1 Sabun dan shampo Pigeon (2in1) 
  • 2 Minyak telon kecil (1 di hotel, 1 di tas)
  • 3 Tissue basah (1 besar untuk ditaruh di hotel, yang kecil 2 untuk dibawa di tas)
  • 1 Sunblock (wajib! hindari sunburn)
  • 2 Topi (untuk mix and match)
  • Payung kecil (in case hujan atau sangat amat panas) 
  • Baju renang 2 (pasti minta berenang setiap hari jadi apabila belum kering ada spare)
  • Ember dan serokan pasir
  • 2 Buku cerita (untuk di pesawat dan hotel, pilih topik favorit anak sehingga tidak cepat bosan, untuk Dio saya bawakan satu yang mengenai mobil dan satu ensiklopedia anak dunia)
  • 1 Mobil-mobilan (wajib dibawa kemana-mana untuk Dio, walaupun tidak sedang traveling)
  • 10 Celana dalam (Langsung dicuci setelah pakai dan dikeringkan. Kalau emergency bisa dikeringkan menggunakan hair dryer. Untuk yang beum toilet training harus membawa popok lebih banyak, mungkin sekitar 20 lalu sisanya beli di Bali saja karena mudah ditemukan dimana-mana)
  • 5 Baju tidur (pastikan ganti baju sebelum sarapan kalau baju tidur baru sekali di pakai, kalau sudah ke2 kali tidak apa-apa dipakai sarapan)
  • 2 Sleveless
  • 2 Celana pendek santai
  • 7 Kaos dengan bahan menyerap keringat
  • 2 Kemeja rapi lengan pendek (kalau tiba-tiba perlu ke restaurant agak rapi)
  • 1 Tupperware (untuk membungkus makanan anak yang tidak habis di restaurant)
  • 1 Pasang sendok dan garpu plastik
  • 2 Bib
  • 1 Sendal jepit waterproof
  • 1 Sendal biasa
  • 1 Sepatu olahraga
  • 1 Handuk
  • 1 Botol minum
  • 1 Backpack kecil tentunya untuk membawa beberapa benda diatas

Seingat saya kira-kira itu ya yang penting untuk dibawa, jumlahnya bisa dikurangi atau ditambah sesuai kebutuhan. 

Nah kita mulai saja ya ceritanya... Kami sampai di Bali hari Senin pagi di Novotel, Nusa Dua yang dekat dengan tempat conference-nya Baba. Disini kami akan menginap sampai hari Kamis. Hotelnya cukup nyaman karena memiliki fasilitas kids club, kolam renang, gym, dan pantai. Hotelnya juga tidak terlalu besar, sehingga memudahkan saya untuk jalan-jalan berdua saja bersama Dio, dan aksesnya dekat sekali dari kamar. 

Pantai di hotel tempat kami menginap, airnya tenang sekali, hampir tidak ada ombak sehingga relatif aman untuk tempat anak bermain-main. Namun pasirnya bukanlah tipe pasir yg lembut.. Pasirnya tercampur dengan banyak kerang, karang, rumput laut dan bebatuan, sehingga agak sulit untuk dicetak-cetak menggunakan serokan dan ember. Karena kurang bisa dicetak-cetak dan bentuk-bentuk akhirnya saya harus putar otak dan mendapatkan ide untuk membuat permainan sebagai berikut: 

  • Spot the Seashells! Alias mengumpulkan sebanyak-banyaknya kerang di pantai
  • Kami sempat memilah-milah kerang sesuai bentuknya (sorting), serta memisahkan yang mana kerang dan mana yang karang
  • Dilanjutkan dengan mengumpulkan rumput laut
  • Jauh-jauhan melempar karang kedalam air
  • Scavenger hunt. List dengan gambar di kertas atau tulis benda-benda yang bisa di temukan di pantai. Atau bisa juga ditulis, apabila anaknya sudah bisa baca. Misalkan gambar rumput laut, karang, batu, kepiting. Lalu sama-sama deh mencari dan mencontreng benda-benda tersebut. Kalau sudah lengkap semua, bisa dikasih treats seperti juice atau ice cream. 
  • Pasirnya juga memiliki gundukan seperti polisi tidur akibat ombak di malam hari, sehingga Dio senang sekali melompat-lompat sambil berdiri, terkadang sambil melompat kodok dari satu pasir ke lainnya sekalian menguatkan gross motor skill tangan dan kakinya.
  • Karena tidak ada ombak, kami berendam dipinggiran sambil menghitung kapal-kapal yang terlihat sekalian bernyanyi lagu 'Kapal Api'
  • Walaupun pasir tidak bisa dibentuk, tapi Dio senang sekali mengisi ember dengan pasir atau air lalu tuang menuang dan sendok menyendok. Bagus sekali untuk melatih fine motor skill-nya














Gak semua aktivitas diatas sempat terfoto karena mamanya juga asik main dan tangannya penuh air plus pasir.

Nah selama 4 hari kami di hotel ini, setiap bangun pagi Dio langsung menagih dengan semangat "Mama ayo main di pantai! Ayo main pasir, Dio mau main pasir". Lumayan capek juga dan gosong..haha. Karena setiap bermain bisa sampai 3 jam sehabis sarapan, lalu break makan dan tidur siang, dilanjutkan dengan 3 jam lagi di kolam renang. Lelahhh... Capek tapi senang sih melihat semangatnya.

Namun perjalanan masih panjang nih sampai hari Minggu, sehingga saya mencoba mengimbangi aktivitas yang outdoor dengan indoor. Dicoba selang-seling. Hari kedua dan keempat, setelah makan siang, kami memilih untuk bermain di kids club dan di kamar sampai Baba pulang.

Bisa main apa saja di kamar? Banyak lho! As simple as:

  • Corat-coret notepad dan gambar menggambar
  • Setelah itu kertas-kertasnya bisa diremas sampai bulat dan lomba banyak-banyakan memasukan ke dalam tempat sampah
  • Camping atau membangun rumah-rumahan dengan selimut dan bantal 
  • Membaca buku





Gak kerasa ternyata sudah hari Jumat dan kami harus pindah hotel. Kami pindah ke Hotel Intercontinental di Jimbaran karena itu lokasi Triathlon akan dilaksanakan. Hotelnya jauh lebih bagus, dan nyaman dari Novotel. The only downside for me is that is WAY TOO BIG! Alias capeeek kalau setiap ada yang ketinggalan perjalanannya jauh banget hahaha. Disayangkan juga bahwa kids clubnya berbayar dan kalau gak salah 75.000 per-jam. Tapi sudah include nanny kalau mau request. Namun menurut saya personally, dengan fasilitas yang ada diluar sih, anak tidak perlu dititip di kids club, kecuali orang tuanya memang mau nge-date, ingin santai atau sibuk bekerja.

Di Intercontinental ini, selain bisa bermain dengan fasilitas, playground, kolam, dan pantai, banyak nature play juga yang bisa di eksplor, seperti:

  • Mengumpulkan sebanyak-banyaknya bunga kamboja yang berjatuhan sambil belajar berhitung. Setelah itu bunganya bisa dipakai untuk membuat kalung atau direndam di air untuk membuat "potion".. Hmm.. Wangi sekaliiii
  • Memberi makan angsa dan ikan
  • Mengumpulkan daun di sepanjang pantai juga menjadi favorit. Dari daun-daun tersebut, Dio belajar berhitung dan menyusun sesuai warna. Such a wonderful experience!

 



 




Tidak hanya untuk Dio, tapi untuk saya juga yang biasa sehari-harinya didepan komputer dan hp, hal simple seperti memperhatikan pattern unik di kerang, bermain dengan pasir, mengumpulkan daun dengan warna yang indah, ternyata dapat menyejukan hati dan banyak membuat kagum serta bersyukur.

Seperti yang Albert Einstein bilang "Look deep into nature, and then you will understand everything better." 


2 comments

  1. Kreatif sekali Mama Dio..! Saya sempat mati gaya juga di hotel, tapi ternyata so many things to do ya..tinggal kita yang harus pinter putar otak, hehe.. Favorit saya yang di pantai di Novotel itu, seru banget kayaknya. Thanks for the inspiring post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, akupun sering mati gaya dulu, karena cukup sering ikut suami kaya gini. Namun akhirnya dapat pencerahan! Terima kasih mbak sudah mampir dan meninggalkan komen. Senang sekali bisa membantu sesama mama. Have fun sama si kecil :)

      Delete

© Productive Mamas Blog