SLIDER

RICE SENSORY BIN


Kebetulan memang sudah cukup lama saya gak menyiapkan aktivitas bermain khusus untuk Dio, karena sejak ia menginjak 2,5 tahun, Dio memiliki lebih banyak inisiatif dan keinginan untuk bermain sendiri. Mulai dari berjalan kaki ke rumah eyang dan inyiknya, senang bermain air, magnatiles, sampai pretend play pura-pura jadi chef. Nah, saya ingin lebih menghargai inisiatifnya untuk bermain, sehingga gak kreatifitas saya saja yang berkembang dalam menyiapkan aktivitas bermain, tapi semoga Dio juga bisa memiliki kreatifitas dan inisiatif yang tinggi.

Ini mulai saya lakukan, karena saya sadar, di awal-awal membuat blog, saya sempat terlalu caught up dengan membuat content yang menarik, sehingga kadang melupakan kebutuhan anaknya. Tidak semua DIY toys atau sensory play yang saya buat, Dio sukai. Akhir-akhir ini saya lebih sering menanyakan dahulu, dan mengharagai pendapat Dio akan apa yang ingin dia mainkan dan mana yang tidak.

Masih dalam topik memberikan anak pilihan, saya cukup sering dapat pertanyaan juga dari beberapa teman "Bagaimana caranya kalau anak mintanya ipad dan tv melulu? Katanya kita harus mengharagai pendapat anak? Berarti harus diberikan terus dong..". Tentunya in moderation ya, sebagai orang tua kita tentu bisa memilah mana yang baik dan mana yang kurang. Menurut saya pribadi, kalau ingin mengurangi screen-time, pertama-tama bisa dengan tidak menaruh benda-benda tersebut di tempat yang terlihat dan terjangkau anak.. Seperti di ruang bawah rumah saya memang sengaja tidak ditaruh TV, agar dibawah menjadi ruang kami sekeluarga untuk quality time. Ipad juga disimpan didalam laci atau lemari yang tidak bisa dijangkau. Mainan dan buku-bukunya di sebar di penjuru rumah, seperti kamar saya, ruang tamu dan kamar bermainnya, sehingga selalu terlihat dan mudah diambil. Dengan begitu anak lebih berani untuk inisiatif.

Begitu pula dengan bahan-bahan sensory play, saya taruh di meja yang rendah. Dengan begitu, senang sekali saat Dio inisisatif untuk bermain beras sendiri. Saya tanya, "Dio ingin berasnya warna apa saja?". Katanya "White aja.. kan beras warnanya white". Lalu ia berjalan ke dalam kamar dan mengambil satu kantong berisi miniatur serangga, dan jadilah sensory bin berisi serangga ini..




Post ini sangatlah simple, tidak ada cara membuatnya secara khusus karena semua serba spontan. Hanya perlu masukan beras dalam wadah, dan tambahkan miniatur hewan apa saja yang ingin dipelajari atau menarik untuk anak. Saat bermain, Dio menyebutkan satu persatu nama hewan tersebut dan melatih fine motor skill-nya dengan tuang menuang menggunakan mangkok dan sendok. Latian tuang menuang dan menggenggam, dapat memperkuat otot halus yang nantinya akan membantu anak dalam menggunting, menulis, maupun makan sendiri. Lebih lengkapnya bisa di cek disini

Saat sedang bermain, Dio berjalan ke meja tempat menaruh pewarna makanan, dan mengambil botol berwarna hijau dan orange. Lalu kami sama-sama mewarnai beberapa beras tersebut. Kalau ingin bermain beras sambil belajar warna, beras-beras tersebut dapat diberi warna menggunakan pewarna makanan dengan warna yang berbeda-beda. So much fun!

2 comments

  1. Hewan2nya beli dimana? Sepertinya bahannya bagus dan besar bentuknya. Makasi

    ReplyDelete
  2. Hewan2nya beli dimana? Sepertinya bahannya bagus dan besar bentuknya. Makasi

    ReplyDelete

© Productive Mamas Blog