SLIDER

PRETEND PLAY: MEMADAMKAN API


Beberapa saat lalu, ada beberapa kejadian kebakaran di rumah teman yang cukup menggenaskan, kejadian tersebut membuat jadi lebih was-was dengan stop kontak dan trigger api lainnya di sekitar rumah. Selain itu, saya jadi terinspirasi untuk membuat pretend play memadamkan api yang ada pembelajarannya mengenai safety untuk anak. Berikut cara bermainnya...

Materials:
  • Botol-botol plastik (ceritanya gedung-gedung tinggi) atau bisa memakai rumah-rumahan dari plastik atau Lego yang ditumpuk-tumpuk tinggi
  • Mobil-mobilan pemadam dan orang-orangan (optional)
  • Shaving cream  
  • Pewarna makanan jingga atau merah
  • Spray bottle (bisa pakai bekas semprotan kaca)
  • Fire extinguisher atau APAR (untuk contoh saja, bukan untuk bermain!)

      Method: 
      1. Semprotkan shaving cream diatas botol-botol plastik
      2. Teteskan pewarna makanan jingga diatas shaving cream
      3. Mainkan!

      Suggestion for play:
      • Cara bermainnya cukup straightforward, anak bisa pura-pura jadi pemadam kebakaran dengan memadamkan 'api' menggunakan semprotan sampai 'apinya' bersih semua dari gedung-gedung tersebut. Encourage anak untuk bercerita sambil bermain, kalau anak belum mau, kita yang harus semangat membuat suara-suara ambulance dan bercerita sambil bermain agar lebih seru! Saya sendiri ikut membantu anak memadamkan 'api' tersebut. Ternyata karena botol-botolnya cukup besar dan shaving cream yang digunakan lumayan banyak, cukup pegal juga tangan..haha. Bagus sekali untuk melatih fine motor skill anak, serta imajinasinya lho!



      Untuk anak berumur 4 tahun keatas, permainan ini bisa dijadikan safety lesson mengenai bahayanya api dan bagaimana cara memadamkannya. Sebelum bermain, bisa diberikan penjelasan dulu mengenai kenapa memakai shaving cream bukan api betulan (tentunya karena bahaya!). Lalu mengenai apa saja sih yang bisa menjadi trigger munculnya kebakaran, misalkan stop kontak yang menumpuk-numpuk atau lupa dicabut setelah pemakaian, kompor dan gas di dapur, korek api yang ditinggalkan menyala, api bertemu dengan minyak, atau lilin yang ditaruh sembarangan. Jadi lebih baik memberikan contoh dengan yang ada di sekitar rumah, cobalah berkeliling rumah sebelum bermain. Dengan begini anak lebih mudah menyerap dan dapat lebih berhati-hati kalau bermain di sekitar rumah. Bisa jadi di kemudian hari, anak yang mengingatkan kita untuk mematikan kompor atau tidak menyalakan lilin di dekat sofa lho! 

      Setelah itu, penting juga memberi tahu apa yang harus dilakukan kalau sampai ada benda yang terbakar. Pertama panggil bantuan orang dewasa, nanti orang dewasa akan coba padamkan dengan air atau APAR, untuk anak yang lebih besar juga beri tahu nomer telfon penting yang dapat dihubungi kalau terjadi apa-apa. Untuk yang punya APAR di rumah (saya rekomen baiknya semua rumah punya kalau belum), jangan lupa juga menunjukan tempat menaruh APAR dan bagaimana cara memakainya (tentunya dengan catatan bahwa itu bukan mainan). Jangan lupa juga selalu menaruh nomer telfon penting seperti kantor polisi, rumah sakit, pemadam kebakaran di tempat yang terlihat. 

      Apakah terasa overwhelming? kalau memang iya, kuncinya adalah di cara penyampaiannya! Sampaikan dengan cara sambil bermain ini, lewat orang-orangan dan bercerita. Dengan begitu anak tidak akan merasa diajar-ajarkan dan lebih melekat di otak mereka karena dalam bentuk permainan.






      Jujur saya sendiri (Alhamdulillah) belum pernah ada di situasi tersebut, tapi selalu diajarkan oleh suami untuk waspada di berbagai macam situasi. Apakah mommies ada yang mau berbagi pengalaman? atau ada ide permainan lain yang bisa mengajarkan safety seperti ini? Feel free to share them in the comment below! Semoga permainan diatas berguna dan dapat diterapkan di rumah masing-masing. 

      No comments

      Post a Comment

      © Productive Mamas Blog