SLIDER

MENGENAL ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR

Halo, keluarga kompak yuk kita mengenal si kecil melalui gambarnya!


Hasil gambar si kecil merupakan karya yang menarik untuk diketahui lebih dalam. Karena melalui gambar, si kecil sebenarnya bercerita mengenai dua hal, yaitu perkembangan dan ekspresi.

Melalui hasil gambar, papa mama bisa memantau apakah tahapan perkembangan anak sesuai.
Selain perkembangan, gambar merupakan media ekspresi anak. Melalui gambar, anak bercerita mengenai kesukaan, pengalaman, aktivitas, harapan, cita-cita sampai ketakutan, ketidaksukaan, dan perasaan lainnya. Karena itu, penting bagi papa mama untuk meminta si kecil menceritakan gambarnya dan biarkan ia menjelaskan gambar tersebut.

Untuk anak-anak berusia 4 tahun ke atas, papa mama bisa memodifikasi dengan meminta anak menggambar sesuatu misalnya "gambarin dong kamu dan teman-temanmu" dan kemudian minta ia ceritakan gambar tersebut, bisa juga tanyakan sedang apa gambar itu, apa perasaan orang-orang pada gambar itu. Dari gambar dan cerita, papa mama bisa mengetahui siapa saja teman dekatnya, apa yang ia rasakan, bagaimana sikap teman-teman pada dirinya, sampai aktivitas apa yang si kecil dan teman-temannya lakukan. Dengan begitu, si kecil juga dapat meningkatkan kemampuan berbicara sekaligus melatihnya untuk menyampaikan apa yang ia rasakan. Aktivitas ini bisa dilakukan juga untuk remaja.

Jangan lupa untuk memberikan apresiasi untuk hasil gambar si kecil ya papa mama!

Melanjutkan pembahasan sebelumnya.. Kali ini kita akan membahas mengenai tahapan perkembangan gambar anak

1.Stadium coretan (1-3 tahun)

Pada tahap ini anak mulai mencoba menggambar dengan coret-coretan. Awalnya anak hanya membuat titik dan garis. Kemudian, berkembang karena anak mulai menggerakkan lengan ke kiri dan kanan sehingga muncul garis-garis seperti kipas. Artinya ada kemajuan penting dalam kontrol motorik.
Pada akhir stadium ini (3 tahun), semakin banyak muncul figur geometris, seperti segi empat, segi tiga, atau tanda silang



2.Stadium per-skematis (4-6 tahun)

Pada tahap ini, anak mencoba menggambar benda dari lingkungannya. Jadi, anak mulai menggambar suatu benda yang mirip dengan gambar tersebut. Contohnya: saat anak menggambar sosok orang, ia akan menggambar bentuk lingkaran sebagai kepala dan dua garis yang menempel pada kepala sebagai kaki atau tangan (gambar berbentuk seperti kecebong). Kemiripan gambar dengan benda aslinya merupakan hasil kematangan yang dilalui oleh anak.

PS:
-Perpindahan dari satu stadium ke stadium lainnya harus diperhatikan. Apabila terlalu lama berada pada satu stadium, kemungkinan anak mengalami keterlambatan perkembangan, gangguan motorik, gangguan pengelolaan, kerusakan otak, atau gangguan emosional.
- Perkembangan pada bidang menggambar baru terjadi setelah anak lancar dalam berbicara atau berbahasa.


3. Stadium skematis (7-9 tahun)
Perkembangan keterampilan menggambar dalam stadium ini (dan selanjutnya) sangat dipengaruhi oleh peran lingkungan juga pendidikan dalam memberikan stimulasi. Karena itu, batas usia untuk stadium berikutnya hanya sebagai patokan.
Pada tahap ini, gambar anak semakin kompleks. Hanya saja, bentuk-bentuk masih sering belum alami, misalnya tubuh (pada gambar orang) digambarkan dengan lingkaran atau segitiga. Pada tahap ini juga mulai mengembangkan skema sederhana seperti bunga, rumah, pohon, atau mobil yang selalu digambar berulang.
Umumnya, anak menggambar apa yang mereka ketahui, namun bukan apa yang mereka lihat (misalnya gambar rumah atau orang masih transparan)

4. Stadium awal realism (9-11 tahun)
Pada tahap ini, anak mulai dapat menggambar mirip dengan objek yang sebenarnya. Bentuk-bentuk skematis mulai menghilang atau berubah, misalnya gambar tubuh (pada gambar orang) yang semula digambar dengan bentuk lingkaran kini menjadi lebih menyerupai aslinya. Pada stadium ini anak juga mulai bereksperimen dengan berbagai posisi dan mulai mengenal perspektif.


5. Pseudo-realism (11-13 th)
Dalam fase ini terjadi perubahan-perubahan besar. Pada fase ini anak mulai dapat dengan jelas menggambar perbedaan dari satu benda dengan lainnya. Jika gambar orang, maka akan semakin terlihat perbedaan jenis kelaminnya berdasarkan ciri-ciri fisik dan atributnya. Fase ini juga terjadi perubahan pada sikap kerja anak. Akan muncul sikap yang lebih kritis terhadap pekerjaannya sendiri. Akibatnya, minat anak akan lebih mengarah pada hasil akhir tidak lagi pada proses menggambar itu sendiri.

6. Pubertas (14- 17 th)
Pada masa ini anak akan lebih kritis terhadap lingkungan maupun karya-karya mereka. Kritik diri memuncak sehingga seringkali menghentikan produktivitas. Selain itu, Anak tidak lagi berminat untuk menggambar seluruh figur mendetil tapi lebih banyak menggambar wajah. Namun demikian, ketika ia menggambar seluruh figur maka sering tampak ciri-ciri seksual yang berlebihan yang berhubungan dengan minat anak dan minat terhadap perkembangan fisik mereka sendiri.

Semoga bermanfaat ya, mama papa kompak!


Article diatas ditulis oleh: @keluargakompak.id

No comments

Post a Comment

© Productive Mamas Blog